Gudang bulog Samarinda, Kalimantan Timur. TEMPO/Firman Hidayat
Topik
Bulog Ancam Mitranya yang Ogah Setor Beras
TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog akan mencoret daftar mitra Bulog yang tidak komitmen menyetorkan berasnya untuk pengadaan dalam negeri yang menjadi kewajiban Bulog. "Bulog sudah ambil keputusan melalui surat yang sudah diedarkan ke seluruh mitra Bulog," kata Sutarto kepada Tempo, Senin, 22 Agustus 2011.
Dalam ketentuan itu disebutkan setiap mitra yang sama sekali tidak menjual berasnya kepada Bulog tahun ini akan dicoret sebagai mitra Bulog tahun depan. Ini sebagai sanksi yang diberikan Bulog untuk mengantisipasi rendahnya penyerapan beras dalam negeri untuk cadangan nasional.
Surat edaran resmi sudah dikeluarkan sejak tiga bulan lalu. Sutarto mengklaim, sanksi kepada mitra Bulog sudah keluar jauh sebelum ada isu penimbunan beras. Sebelum mencoret mitra yang terbukti tidak menyetorkan beras, Bulog akan melakukan evaluasi terlebih dulu hingga akhir tahun.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Suswono mengeluhkan, sedikitnya terdapat 14 titik yang diduga terjadi penimbunan beras. Dia menyebut, sebagian besar penimbunan beras terindikasi dilakukan mitra Bulog, yang banyak tersebar di sentra-sentra produksi beras.
Menanggapi hal tersebut, Sutarto mengatakan isu penimbunan sebatas indikasi sehingga perlu dibuktikan kebenarannya. Yang berwenang menyelidiki aparat keamanan dan Kementerian Perdagangan. "Kementerian pernah membuat surat yang mengatakan penyimpanan tak boleh untuk lebih dari 3 bulan," ujar dia.
Sutarto menyebutkan, saat ini terdapat 4.500 mitra Bulog yang tersebar di seluruh Tanah Air. Dengan jumlah sebanyak itu indikasi penimbunan oleh mitra Bulog di 14 titik tergolong kecil dan tidak terlalu mempengaruhi pasar. Bulog memiliki gudang dengan kapasitas bervariasi antara 1.000-100 ribu ton.
"Jika terdapat indikasi ada 14 titik penimbunan yang dilakukan mitra Bulog, itu tidak ada artinya. Karena selain mitra Bulog sebanyak 4.500 itu, beras di gudang Bulog yang mencapai 1,5 juta ton, juga lebih banyak ketimbang jumlah yang ditimbun," ujarnya.
ROSALINA





