foto

Pekerja menyortir kelapa sawit yang akan dikirim ke pabrik CPO di kawasan PTPN VIII di Cigudeg, Bogor. Tempo/ Arie Basuki

Harga Minyak Sawit Cenderung Terus Turun  

TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak sawit di pasar internasional diperkirakan bakal terus turun. Hal itu karena minyak sawit juga digunakan untuk bahan bakar. Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadli Hasan mengatakan saat ini harga minyak sawit sudah mencapai sekitar US$ 1.050-1.075 per ton. Dua bulan lalu harga minyak sawit masih di atas US$ 1.100 per ton.

"Dalam lima tahun terakhir pergerakan harga minyak sawit cenderung mengikuti harga minyak yang kini terus menurun," kata Fadhil ketika dihubungi pada Selasa, 23 Agustus 2011.

Apalagi, lanjut Fadhil, sekarang masih dalam musim panen kelapa sawit. "Panen kelapa sawit pada periode Juni-Desember biasanya 60 persen dari panen tahunan, dan tahun ini tidak ada gangguan pada panen," kata Fadhil.

Harga minyak mentah menurun setelah ada harapan berakhirnya krisis Libya. Penurunan harga minyak menjadi sekitar US$ 107 per barel. Penurunan harga minyak mentah diikuti oleh harga minyak nabati yang juga dijadikan bahan bakar.

Penurunan harga minyak sawit pun terlihat dari penentuan harga referensi untuk penentuan bea keluar yang ditetapkan pemerintah. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh, mengatakan harga referensi untuk penentuan bea keluar Crude Palm Oil (CPO) bulan depan sebesar US$ 1.085,14 per ton. Harga referensi lebih rendah dibandingkan bulan Agustus yang sebesar US$ 1.089,37 per ton.

Namun penurunan harga tidak berpengaruh pada besaran bea keluar. "Bea keluar CPO 15 persen atau sama dengan tarif untuk bulan Agustus," kata Deddy.

Sementara itu harga patokan ekspor yang ditetapkan untuk bulan depan hanya US$ 1.013 per ton. Turun tipis dibandingkan harga patokan bulan Agustus yang mencapai US$ 1.017 per ton.

EKA UTAMI APRILIA