ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Topik
Agar Kartu Pos Tidak Tergeser SMS
TEMPO.CO, Kediri - Keheningan ruang pengiriman surat di Kantor Pos Besar Kediri, Jawa Timur, pecah ketika puluhan siswa Taman Kanak-Kanak PG Pesantren Baru berebutan memasuki kantor di Jalan Mayjen Sungkono, Kota Kediri, Selasa, 23 Agustus 2011.
Mereka kemudian berbaris rapi di depan bus surat mini (kotak surat) yang diletakkan di atas meja. Masing-masing anak memegang kartu pos khusus berisi ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah. “Aku mau kirim ucapan Lebaran untuk nenek,” tutur salah seorang di antara mereka, Selen, sambil mengantri.
Sejurus kemudian, gadis cilik siswa kelas Nol Kecil itu mendekati kotak surat saat mendapat kesempatan memasukkan kartu pos miliknya. Dia berharap kartu ucapan Idul Fitri itu segera diantar petugas pos agar neneknya yang bertempat tinggal di luar kota membacanya.
Guru TK PG Pesantren Baru, Hartini, yang menemani siswa yang rata-rata berusia lima tahun itu mengatakan kegiatan ini merupakan upaya mengenalkan benda-benda pos yang berkaitan dengan surat-menyurat, termasuk filateli kepada anak-anak.
Menurut Hartini, perkembangan teknologi komunikasi seperti telepon seluler bisa menggeser kebiasaan menulis pada anak-anak, termasuk menulis surat dengan tulisan tangannya sendiri. “Selain mengenalkan filateli kepada anak-anak, upaya ini untuk membangkitkan kembali minat surat-menyurat yang mulai tergeser fasilitas SMS telepon seluler,” ujarnya.
Manajer Pemasaran Kantor Pos Kediri, Agus Suprantoko, mengaku gembira menerima kehadiran para siswa TK tersebut. Dia berharap kampanye untuk menggiatkan kembali kebiasaan surat-menyurat di kalangan siswa sekolah terus dilakukan.
Agus juga tak menampik gempuran teknologi komunikasi telepon seluler yang menyediakan fasilitas Short Message Service (SMS) telah menggeser minat masyarakat untuk berkirim surat.
Hal ini secara langsung juga berpengaruh pada bisnis jasa pengiriman surat di kantor pos. Karena itu, lembaga tersebut terus melakukan inovasi dalam berkompetisi dengan gencarnya perkembangan teknologi komunikasi. Di antaranya meluncurkan Kartu Pos Prisma yang bisa ditempel dengan foto pengirim. “Bagaimanapun, ucapan Idul Fitri dengan kartu pos masih mendapat tempat di masyarakat karena lebih sopan dibandingkan SMS,” ucap Agus.
HARI TRI WASONO





