TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Topik
Infografis
Clipan Finance Right Issue Rp 500 Miliar
TEMPO.CO, Jakarta - PT Clipan Finance Indonesia Tbk berencana melakukan penawaran umum terbatas kelima (right issue) dan waran sekitar Rp 1,086 triliun. Rencana tersebut tertuang dalam pengumuman yang diterbitkan perusahaan pembiayaan kendaraan dan alat berat milik Grup Panin ini.
Saham yang ditawarkan melalui right issue tersebut sebanyak 1,171 miliar lembar dengan harga Rp 500 per saham. Target dana yang diraup mencapai Rp 585,74 miliar.
Selain saham, emiten berkode CFIN ini akan menerbitkan waran sebanyak 911.157.774 dengan harga Rp 550 per saham. Periode penawaran mulai 9 April 2012 hingga 6 Oktober 2014.
Sebagai penjamin emisi, Clipan Finance menunjuk Evergreen Capital dan PT Indo Premier Securities. Bagi investor yang tidak mengeksekusi haknya, komposisi sahamnya akan terdilusi 31,03 persen dan 44,44 persen jika masa eksekusi waran selesai.
Setelah pengumuman tersebut, saham Clipan Finance melemah 7,94 persen pada perdagangan kemarin. Saham Clipan dibuka pada harga Rp 630 pada pembukaan kemarin pagi dan berada di posisi Rp 580 per saham pada kemarin siang.
Dalam laporan kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan awal Agustus lalu, Clipan Finance juga menyatakan rencana penerbitan obligasi sebesar Rp 500 miliar. Obligasi akan diterbitkan pada pertengahan Oktober mendatang, dengan tenor 370 hari, 24 bulan, dan 36 bulan. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat A+ dengan outlook stabil untuk rencana penerbitan obligasi tersebut.
Hingga kuartal pertama tahun ini, Clipan Finance membukukan laba bersih sebesar 66,9 miliar, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 46,3 miliar. Adapun laba bersih per saham setara dengan Rp 25.69 per lembar.
Kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan, aksi korporasi yang dilakukan oleh Clipan Finance positif. "Mereka menerbitkan saham baru untuk memperkuat modal sehingga penyaluran kredit akan lebih besar," ujarnya kemarin.
Melemahnya saham Clipan Finance pada perdagangan kemarin, menurut Edwin, merupakan proses penyesuaian harga. Namun, "pasar akan menanggapi positif rencana ini," katanya.
Sebagai perusahaan pembiayaan yang bergerak di bidang otomotif dan alat-alat berat, dana yang dibutuhkan oleh Clipan Finance untuk ekspansi usaha cukup besar. Menurut Edwin, penerbitan saham baru anak menguntungkan perusahaan karena cost of fund akan lebih murah dibanding melalui obligasi. Perusahaan tak perlu membayar beban bunga.
Investor juga tak perlu cemas dengan kondisi bursa global yang dilanda ketakutan akibat memburuknya ekonomi Eropa dan Amerika Serikat. Sebab, bisnis Clipan Finance berada di Indonesia dan tak terkait dengan kondisi ekonomi global. Selain itu, prospek perusahaan juga terbilang cerah karena industri otomotif yang terus menggeliat. "Permintaan mobil dan alat-alat berat terus naik," kata Edwin.
DEWI RINA





