Topik
Bentuk Lembaga Pengelola Inalum Diputuskan Akhir 2012
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan memutuskan bentuk lembaga pengelola PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pada akhir 2012. "Setahun sebelum kerja sama berakhir pada Oktober 2013, harus sudah diputuskan," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Anshari Bukhari di Kantor Kementerian Perindustrian, Selasa, 23 Agustus 2011 malam.
Menurut Anshari, hingga saat ini, opsi lembaga pengelola Inalum masih mengerucut pada dua pilihan. "Yaitu membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru atau konsorsium dari beberapa BUMN yang sudah ada," kata dia.
"Saat ini, masih dalam proses menimbang keuntungan dan kerugian dari dua opsi tersebut," ujarnya.
Selama ini, PT Aneka Tambang (Antam) sudah menyatakan siap mengelola Inalum pasca kontrak dengan Jepang berakhir. Meski begitu, kata Anshari, opsi pengelolaan Inalum tetap tidak mungkin diserahkan pada satu BUMN yang sudah ada.
Pemerintah ingin pengelolaan Inalum juga dikuasai oleh pemerintah. "Kalau Antam saja tidak mungkin karena sudah Tbk," ujarnya.
Inalum adalah proyek kerja sama antara Indonesia dan Jepang sejak 1982. Kerja sama tersebut akan berakhir pada 2013 mendatang.
Pemerintah Indonesia dan Jepang masih membahas soal pengakhiran hubungan kerja sama pengelolaan Inalum. Indonesia ingin mengambil alih Inalum. Untuk akuisisi saham milik Jepang, dibutuhkan dana US$ 720 juta.
EKA UTAMI APRILIA





