Baru 22 Calon Duta Besar yang Kelar Diuji DPR

Baru 22 Calon Duta Besar yang Kelar Diuji DPR

TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pertahanan dan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat selesai melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon duta besar. Dari 33 nama calon yang diajukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Komisi baru selesai menguji 22 calon di antaranya.

"Dari 33 calon, 22 oke disetujui dengan ada satu yang direkomen pindah pos penempatan," kata Ketua Komisi Mahfudz Shiddiq melalui pesan singkat kepada Tempo, Rabu 24 Agustus 2011.

Sedangkan 11 calon duta besar lainnya akan diuji dua pekan mendatang, usai Hari Raya Idul Fitri. "Ada 11 yang masih pending dan akan lanjut tanggal 7 September," ujar Mahfudz.

Sejak dua hari lalu, proses uji kelayakan dan kepatutan calon duta besar digelar di Komisi Pertahanan dan Luar Negeri DPR. Total ada 32 calon duta besar dan satu orang calon perwakilan RI di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, yang diajukan Presiden SBY ke Dewan.

Calon-calon duta besar yang akan diuji adalah untuk negara-negara berikut: Iran, Kazakhstan, Azerbaijan, Singapura, Thailand, Vietnam, Venezuela, Ekuador, Kuba, Kolombia, PBB New York, Panama, Denmark, Vatikan, Swedia, Finlandia, Kroasia, Belanda, Inggris, Bulgaria, Rusia, Bosnia Herzegovina, Namibia, Senegal, Mozambik, Kenya, Aljazair, Bahrain, Qatar, Emirat Arab, Irak, Mesir, dan Oman.

Jumlah calon duta besar yang seharusnya mengukuti uji kelayakan sebanyak 34 orang, namun satu orang mengundurkan diri dari pencalonan, yakni Muhammad Prakosa, calon Duta Besar RI di Italia. Prakosa adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang juga anggota DPR.

Usulan 33 nama calon duta besar sudah diserahkan Presiden ke DPR sejak sebulan lalu. DPR pun langsung mempelajari riwayat hidup, visi dan misi, serta kompetensi masing-masing calon.

Dari 33 calon duta besar tersebut, sebanyak 28 calon merupakan diplomat karier dari Kementerian Luar Negeri. Sisanya berasal dari kalangan non-karier, masing-masing Nurul Qomar (politikus Partai Demokrat), Ahmad Niam Salim (Partai Kebangkitan Bangsa), Bomer Pasaribu (Partai Golkar), Letjen TNI (Marinir) Safzen Noerdin, dan Komjen Pol (purn) Nurfaizi (Partai Demokrat).

MAHARDIKA SATRIA HADI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X