foto

Industri Memprotes Pajak Karbon Australia

Danareksa Minati Inalum, PIP Tunggu Kebijakan Pemerintah  

TEMPO.CO, Jakarta - Rencana Pusat Investasi Pemerintah membeli seluruh saham PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) masih harus menunggu dikeluarkannya kebijakan pemerintah. "Inalum coming soon, kami masih menunggu policy dari pemerintah," kata Kepala PIP Soritaon Siregar di kantornya, Kamis, 25 Agustus 2011.

Dia mengatakan, saat ini banyak yang berminat untuk membeli saham perusahaan gabungan Indonesia dan Jepang sejak 1982 itu. Satu di antaranya Danareksa Sekuritas. Mengenai itu, dia menegaskan bahwa harus menunggu keputusan pemerintah.

"Apakah nantinya pemerintah bekerja sama dengan pemerintah daerah, PIP dengan pemerintah daerah, atau lebih ekstrem lagi Jepang masih ikut. Tapi, kan, belum ada keputusannya untuk itu," jelasnya.

Soritaon menginginkan Inalum dimiliki sepenuhnya oleh Indonesia. Untuk itu, dia pun menginginkan agar proses kebijakan pemerintah dapat keluar secepatnya. Yang jelas, katanya, PIP siap untuk membeli saham Inalum jika pemerintah menghendaki. "Kami siap untuk itu."

Inalum merupakan proyek gabungan antara Indonesia dengan Jepang sejak 1982. Dalam proyek tersebut, Indonesia memiliki saham 41,13 persen, sementara pihak Jepang melalui PT Nippon Asahan Alumunium menguasai 58,87 persen.

Pemerintah pun memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Jepang dan mengambil seluruh saham Inalum pada 2013 mendatang. Diperkirakan pembelian saham Inalum mencapai US$ 720 juta.

Sebelumnya Danareksa Sekuritas menyatakan kesiapannya untuk membeli saham Inalum. Direktur Utama Marciano mengatakan pembelian saham itu masih bergantung dari pemerintah.

SUTJI DECILYA