foto

Willy Sceppers (putih) saat melatih Bali Devata. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Persema Tak Mampu Kontrak Pemain Berkelas  

TEMPO.CO, Malang - Manajemen Persema Malang mengalami kesulitan mendapatkan pemain berkelas untuk memperkuat tim dalam melakoni kompetisi 2011-2012. Penyebabnya, selain dianggap tim kecil, banyak pemain yang meminta nilai kontrak sangat tinggi, padahal dana Persema saat ini sangat minim.

Menurut CEO Persema Malang, Didied Poernawan, sejak sebulan terakhir Persema sudah melakukan negosiasi dengan sejumlah pemain. Namun, belum ada satu pun di antara mereka yang bersedia. Padahal, Persema mematok target akhir Agustus ini sudah melengkapi komposisi tim. "Belum ada hasilnya," katanya, Kamis, 25 Agustus 2011.

Sejumlah pemain yang diincar Persema adalah pemain berkelas dan masuk tim nasional. Di antaranya Ahmad Bustomi, Zulkifly Syukur, Benny Wahyudi, dan Ferdinan Sinaga.

Didied enggan menyebutkan berapa nilai kontrak yang diminta para pemain tersebut. Namun, diakuinya sangat tinggi sehingga gagal dikontrak

Didied mengungkapkan persediaan dana untuk mengontrak pemain sangat terbatas. Untuk musim kompetisi tahun ini, dana untuk kontrak pemain hanya Rp 10 miliar. "Anggaran untuk kontrak sangat minim," ujarnya.

Pelatih Persema Timo Scheunemann menjelaskan karena anggaran sangat minim, maka dia meminta manajemen Persema merekrut 16 pemain inti. Sedangkan sisanya akan diisi oleh pemain muda yang akan dikontrak sekitar Rp 50 juta per musim. "Untuk pemain inti, kontraknya rata-rata di atas Rp 100 juta," ucapnya.

Pekan lalu, Persema Malang mencoret empat pemain lokal karena dinilai tidak memberikan kontribusi maksimal pada klub. Keempat pemain tersebut adalah Yogi Alfian (bek), Izak Ogoai (gelandang), Jaya Teguh Angga Warsito (penyerang), dan Syamsul Huda (penyerang).

Persema saat ini hanya memiliki 14 pemain. Dua di antaranya adalah pemain asing. Untuk melengkapi pemain, Persema sedang mengincar empat pemain. Salah satunya adalah mantan pemain Arema dan Persib Bandung, Rahmad Affandi.

BIBIN BINTARIADI