foto

TEMPO/Gunawan Wicaksono

Waspadai Penyakit Pasca-Ramadan  

TEMPO.CO, Malang - Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Enny Sekar Rengganingati, mengatakan penyakit diare paling banyak diderita warga setiap perayaan Lebaran. "Penderita biasanya makan semua makanan setelah melakoni puasa," ujarnya, Kamis, 25 Agustus 2011.

Menurut Enny, selain pola makan yang salah, kondisi cuaca yang panas dan lingkungan yang kotor juga ikut memicu terjadinya diare.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Malang, pada Lebaran tahun 2009 terjadi 57 kasus penyakit diare. Jumlah ini meningkat pada Lebaran tahun 2010 menjadi 67 kasus.

Untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah penderita diare pada musim Lebaran tahun ini Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Malang memutuskan untuk menyiagakan 12 dari 24 puskesmas yang ada di daerah tersebut.

Sebanyak 12 puskesmas tersebut disiagakan selama 24 jam. Di antaranya Puskesmas Dinoyo, Kedungkandang, Kendalsari, dan Kendalkerep.

Di setiap puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap tersebut tersedia dokter umum dan tenaga medis pendamping. "Jangan khawatir jika terkena diare. Silakan dibawa ke puskesmas terdekat," tuturnya.

Saat Lebaran, sejumlah puskesmas di Kota Batu juga tetap memberikan layanan kesehatan selama 24 jam. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Endang Triningsih mengatakan puskesmas yang tetap memberikan layanan kesehatan adalah puskesmas yang memiliki layanan rawat inap.

Di Batu, ada tiga puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap. Di puskesmas itu disediakan dua orang dokter umum. “Setiap Lebaran penyakit yang menyerang masyarakat, seperti tahun sebelumnya, yakni diare," tutur Endang.

BIBIN BINTARIADI