Sejumlah wisatawan asing mengambil gambar gunung Bromo dari bukit Penanjakan 2 di desa Ngadisari, Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (24/11). Menyusul status awas yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, kawasan wisata Gunung Bromo pada radius 3 kilometer tertutup bagi wisatawan. Namun status ini tidak mengurangi aktivitas warga desa disekitar Gunung Bromo. TEMPO/Fully Syafi
Topik
Kunjungan Pelancong Malaysia ke Indonesia Turun
TEMPO.CO, Singapura - Jumlah pelancong Malaysia ke Indonesia turun 10,7 persen pada semester pertama tahun ini. Pada periode Januari-Juni jumlah kunjungan wisatawan dari Malaysia hanya mencapai 506.708 orang.
Kepala Sub-Direktorat Wilayah ASEAN Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Chrismiastutie menyatakan hal itu di sela acara National Association of Travel Agents Singapore (NATAS) Fair Holiday 2011 di Singapore Expo, Jumat, 26 Agustus 2011. Periode yang sama tahun lalu jumlah kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia telah mencapai 567.414 orang.
Kondisi tersebut cukup kontras dengan tahun lalu, di mana pertumbuhan wisatawan Malaysia ke Indonesia mencapai 15,23 persen. Pada 2009 jumlah kunjungan wisatawan Malaysia baru mencapai 897.881 orang. Kemudian pada 2010 melonjak naik menjadi 1.034.642 orang per tahun.
Tahun lalu Malaysia menempati posisi kedua sebagai negara penyumbang kunjungan wisata terbesar ke Indonesia. Posisi pertama adalah Singapura yang mencapai 1.128.906 orang.
Penurunan tingkat kunjungan wisata dari Malaysia tersebut diperkirakan karena negara tersebut saat ini juga sedang fokus menggenjot pariwisata dalam negerinya. "Malaysia menjadi salah satu pesaing kita selain Thailand saat ini," kata Chrismiastutie.
Selain Malaysia, kunjungan wisata dari Belanda dan Jepang juga menurun. Pada semester pertama tahun ini tercatat kunjungan dari Belanda hanya mencapai 65.134 orang atau turun 2,25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 66.630 orang. Sedangkan Jepang turun 0,31 persen dari 191.256 orang menjadi hanya 190.671 orang.
Tahun lalu Jepang menduduki posisi kelima sebagai pemasok kunjungan wisatawan asing ke Indonesia dengan jumlah kunjungan mencapai 406.011 orang per tahun. Penurunan tahun ini diperkirakan sebagai imbas dari bencana tsunami yang melanda negara tersebut beberapa tahun lalu yang sempat menyebabkan perekonomian dan industri Jepang terguncang.
"Kunjungan wisatawan mereka juga ikut turun," kata Kepala Promosi Wisata Wilayah ASEAN Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Wiwiek Widyawati. Penurunan kunjungan wisatawan Jepang itu diprediksi terjadi hingga semester kedua tahun ini.
Meski kunjungan wisatawan dari ketiga negara tersebut turun, kunjungan wisatawan asing dari negara-negara lain pada semester pertama tahun ini tumbuh cukup menggembirakan. Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada wisatawan asal Timur Tengah yang tumbuh 36,67 persen menjadi 42.701 orang.
Begitu juga dengan Australia yang tumbuh 23,85 persen menjadi 398.363 orang. Menyusul Filipina tumbuh 23,28 persen menjadi 62.247 orang, India tumbuh 17,51 persen menjadi 82.718 orang dan Cina tumbuh 10,48 persen menjadi 398.363 orang. Bahkan Singapura, yang merupakan negara terbesar pemasok wisatawan asing ke Indonesia, juga tumbuh 10,56 persen menjadi 608.530 orang.
Sedangkan total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada semester pertama tahun ini mencapai 3.597.632 orang lebih tinggi 6,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3.380.544 orang. "Secara keseluruhan pertumbuhan semester pertama tahun ini masih positif," kata Chrismiastutie.
Karena itu pemerintah optimistis pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun ini masih akan tumbuh sebanding dengan tahun lalu. "Mencapai pertumbuhan hingga 10 persen, atau 7,7 juta orang per tahun," katanya.
Tahun lalu total kunjungan wisatawan asing ke Indonesia mencapai 7 juta orang atau tumbuh 10 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 6,32 juta orang per tahun.
Untuk mengejar pencapaian target tersebut Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata akan lebih menggencarkan promosi potensi wisata Indonesia ke mancanegara. Salah satunya mengadakan pameran wisata seperti Natas Fair Holiday di Singapura yang melibatkan sekitar 27 agen perjalanan wisata dari Indonesia.
AGUNG SEDAYU (SINGAPURA)





