foto

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Tony Hartawan

''Tolong Buatkan Eskalator Pak Presiden''  

TEMPO.CO, Cirebon - Kesempatan bertemu orang nomor satu di Republik ini banyak digunakan untuk menanyakan hal yang selama ini mentok di jajaran bawah. Itu pula yang dilakukan seorang bapak tua, Suwardi, ketika bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Stasiun Kejaksan Cirebon, Kamis kemarin, 25 Agustus 2011.

Pria 60 tahun itu mengeluhkan tangga yang curam di terowongan yang ada di stasiun tersebut. Akibatnya, orang tua, ibu hamil, dan warga difabel sulit mengaksesnya. “Tangganya terlalu curam. Untuk orang tua seperti kami terlalu melelahkan,” katanya saat Presiden berhenti di stasiun itu selama 10 menit seusai dari Tegal, Jumat 26 Agustus 2011.

Menurut Suwardi, dia pernah bertanya masalah ini ke kepala stasiun, tapi tak ada jawaban. Sang kepala stasiun hanya menjawab terowongan itu adalah proyek pemerintah pusat. “Jadi tolong dibuatkan eskalator, Pak,” ujar Suwardi.

Dengan tangga berjalan itu dia berharap orang tua, ibu hamil dan penyandang cacat bisa dengan mudah berjalan menuju peron lain dalam stasiun tersebut. Mendapat pertanyaan itu, SBY langsung menanyakannya kepada Menteri Perhubungan Freddy Numberi. “Kalau memang memungkinkan secara teknis tolong dibuatkan,” ujar Presiden.
Freddy Numberi pun akhirnya menyatakan jika pembuatan eskalator sangat memungkinkan. "Bisa, Pak," katanya.

Sementara itu Kepala Stasiun Kejaksan Cirebon Adi Purwanto menjelaskan jika selama arus mudik ini frekuensi kereta menjadi 136 kali dalam sehari. "Itu dalam selang waktu 15 hingga 20 menit," katanya. Frekuensi yang cukup sering ini karena Cirebon merupakan daerah perlintasan kereta api.

IVANSYAH