foto

Kendaraan pemudik terjebak macet saat akan memasuki jalur Nagreg di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/8). Puluhan ribu kendaraan mulai memadati Nagreg. Puncak arus mudik diperkirakan mulai H-3 dan H-2. TEMPO/Prima Mulia

Pemudik Asal Bogor Tewas Terlindas di Nagreg  

TEMPO.CO, Bandung - Seorang pemudik asal Kota Bogor, Nono Darsono, tewas mengenaskan setelah terlindas bis di turunan Pos Tangan, Nagreg, Kabupaten Bandung, Sabtu malam 27 Agustus 2011. Menunggang sepeda motor Honda Vario F-5776-BC, warga Kecamatan Bogor Barat ini dalam perjalanan mudik menuju Tasikmalaya.

"Sepeda motor korban terserempet dulu hingga jatuh," ujar Kepala Polres Bandung Ajun Komisaris Besar Sony Sonjaya di pos Jalan Cagak, Nagreg, Sabtu malam, 27 Agustus 2011.

Dari informasi yang dihimpun, Nono dalam perjalanan menyusul keluarganya yang sudah lebih dulu mudik ke Tasikmalaya. Nahas, sekitar pukul 19.15 WIB, di turunan Nagreg Pos Tangan, sebelum kompleks Masjid Uswatun Hasanah, sepda motor pria 43 tahun ini terserempet bus ukuran sedang yang melaju cukup kencang hingga terjatuh.

Tubuh Nono lalu terlindas bus yang disewa sebuah rombongan pegawai pabrik asal Bogor itu. Diduga tewas di tempat kejadian, jasad Nono lalu dibawa ke RS Cicalengka, Kabupaten Bandung, menggunakan mobil bak terbuka. "Pengemudinya (bus) sudah kami amankan untuk disidik," kata Sony.

Sekitar satu jam sebelumnya, pasangan suami-isteri, Warya dan Lina, warga Kota Cimahi, juga meregang nyawa setelah sepeda motor mereka diseruduk bus Primajasa di turunan Warung Bir, Nagreg, sekitar pukul 18.20 WIB. Warung Bir berlokasi sekitar 300 meter setelah Masjid Uswatun Hasanah.

Pasangan ini terlindas bus Primajasa saat dalam perjalanan mudik menuju Leles, Kabupaten Garut. Sebelum dibawa ke Leles, jasad keduanya juga sempat disemayamkan di RS Cicalengka.

ERICK P HARDI