Ribuan kendaraan pemudik terjebak macet di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/9). Puncak arus mudik terjadi pada H-2 atau sekarang. Kemacetan sepanjang hampir 12 Km di Nagreg, Cicalengka, Cinunuk, dan Cileunyi. Sejak tengah malam sampai pagi tadi, sekitar 12.000 kendaraan keluar dari Tol Cileunyi. TEMPO/Prima Mulia
Topik
Puncak Arus Mudik Terjadi di Nagreg
TEMPO.CO, Bandung - Puncak arus mudik Lebaran 2011 di jalur Nagreg menjadi kenyataan pada Sabtu 27 Agustus 2011 tengah malam tembus Minggu 28 Agustus 2011 subuh. Angka kendaraan saat puncak arus mudik di jalur Nagreg pada tahun lalu atau 1431 Hijriah terlampaui pada Sabtu 27 Agustus 2011 atau H-3 Lebaran.
Jumlah total kendaraan sepanjang hari kemarin adalah 100.062 unit, padahal puncak arus mudik tahun lalu 93.235 unit.
"Jumlah pada H-3 kemarin lebih tinggi sekitar 7 persen dibanding puncak arus mudik tahun 2010 yang terjadi pada H-2," ujar analis Pos Pengawasan dan Pengendalian Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, di Nagreg, Ahad 28 Agustus 2011.
Kepadatan bahkan kemacetan terjadi di kawasan Nagreg hingga Minggu masih terjadi dari Nagreg hingga kawasan Limbangan-Malangbong-Ciawi nyaris tidak terputus. Hingga pukul 08.00 WIB, Pos mencatat jumlah total kendaraan pemudik arah Garut/Tasikmalaya yang melintas menuju turunan Nagreg mencapai lebih dari 46.257 unit.
Sedangkan jumlah kendaraan melintas per jam hingga pukul 07.00 adalah 6.575 unit dengan 4.882 unit di antaranya pemudik sepeda motor. "Pemudik sepeda motor kembali mendominasi arus mudik," kata Eric.
Pantauan Tempo di kampung Pamuncatan, Nagreg, pada H-2 pagi ini arus kendaraan dari arah Bandung/Jakarta ke arah Garut/Tasikmalaya tampak padat merayap memasuki turunan Nagreg. Ekor antreannya mencapai hingga depan kantor Polsek Nagreg, atau sekitar 500 meter dari turunan pertama Pos Tangan.
Pemudik sepeda motor masih dominan. Menyerbu setidaknya sejak pukul 06.00 tadi, sebagian dari mereka tampak menunggangi sepeda motor bertiga, dengan anak mereka yang masih di bawah lima tahun menyelip di tengah.
ERICK P. HARDI





