foto

ANTARA/M Agung Rajasa

Ini Alasan Lebaran Digelar Rabu  

TEMPO.CO, Jakarta - Sidang Itsbat untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri telah memutuskan bahwa 1 Syawal 1432 Hijriyah, atau hari lebaran tahun ini jatuh pada Rabu 31 Agustus 2011.



 



"Mayoritas menyetujui bahwa 1 Syawal jatuh pada 31 Agustus 2011, hari Rabu. Maka disimpulkan bahwa 1 Syawal jatuh pada hari Rabu 31 Agustus 2011,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali yang memimpin sidang tersebut, Senin malam 29 Agustus 2011.

Dalam sidang yang digelar di kantor Kementerian Agama itu dikemukakan bahwa tinggi hilal rata-rata 1 derajat. Dari 96 lokasi pemantauan di seluruh Indonesia, sebanyak 30 orang melapor ke kementerian. Dari jumlah itu, hanya dua orang yang dilaporkan melihat hilal, atau bulan muda. Dengan alasan inilah pemerintah akhirnya menetapkan hari lebaran jatuh pada hari Rabu.



 



Sebelumnya, Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kementerian Agama melaporkan bahwa tinggi hilal hanya 1,38 derajat, dengan umur yang pendek yakni 7 jam, 49 menit dan 10 detik. Beda azimut posisi hilal saat terbenam mencapai 5,93 derajat.

Dari beberapa organisasi islam yang datang, sebagian besar sepakat dengan keputusan pemerintah itu. Adapun Muhammadiyah, berkukuh Selasa besok tetap menggelar lebaran lebih dulu. "Berapapun ketinggian hilal, kami beranggapan itu sudah tanggal 1 Syawal," kata Abdul Fattah Wibisono, Juru Bicara Muhammadiyah.



 



MUHAMMAD TAUFIK