foto

Ribuan Pemudik Bermotor memadati jalan Syek Quroh, KecamatanTelaga Sari, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/8). Memasuki H-3 Lebaran, pemudik mulai memadati beberapa titik tertentu di sepanjang jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) dan diperkirakan puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi pada Sabtu dan Minggu, 27-28 Agustus 2011. TEMPO/Seto Wardhana

70 Persen Kecelakaan Pemudik Adalah Pengendara Motor

TEMPO.CO, Jakarta - Seperti telah diprediksi dan dikhawatirkan banyak pihak, kecelakaan lalu lintas pemudik hingga H-2 kemarin didominasi oleh pemudik yang menggunakan sepeda motor. "Itu tidak bisa kita hindari," ujar Wakil Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Brigadir Jenderal Didik Purnomo, Senin, 29 Agustus 2011.

Dari total 2.217 kasus kecelakaan yang telah terjadi, sebanyak 1.279 kasus atau sekitar 69 persen diantaranya melibatkan kendaraan roda dua. Bandingkan dengan yang melibatkan bus yang sebanyak 75 kasus atau sekitar 4 persen.

Dari jumlah total kecelakaan yang melibatkan sepeda motor itu, sebagian besar terjadi di jalur mudik selatan. Jalur ini dikenal dengan kondisi jalan yang sempit, berkelok, bergelombang, turun-naik. Jumlah kendaraan yang melintasinya pada tahun ini juga cukup tinggi, terutama setelah dioperasikannya Lingkar Nagreg.

Dalam rilis Korps Lantas Polri tentang data kecelakaan lalu lintas mudik mulai H-7 hingga H-2 tercatat total jumlah kasus kecelakaan mencapai 2.217 kasus dengan korban jiwa 345 orang. Mereka yang menderita luka berat mencapai 364 orang dan luka ringan 1.385 orang.

Tahun lalu pada saat yang sama tercatat 1.623 kasus kecelakaan, meninggal dunia 363 orang, luka berat 473 orang, luka ringan 850 orang. Didik mengimbau, pemudik khususnya yang menggunakan roda dua untuk menaati semua aturan dan rambu lalu lintas. “Hndari saling salip kendaraan, serta beristirahat bila kondisi badan tidak fit,” katanya.

JAYADI SUPRIADIN