Topik
Penumpang Gelap Kereta Api Marak
TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara PT Kereta Api Indonesia, Mateta Rijalulhaq, mengatakan bahwa kereta api yang hendak berangkat dari Jakarta marak ditumpangi penumpang gelap. Satu rangkaian kereta, kata Mateta, bisa berisi 200 penumpang tak bertiket.
"Oleh karena itu, personel keamanan ditambah," kata Mateta di Stasiun Senen pada Selasa siang, 30 Agustus 2011.
Mateta mengatakan ada sekitar 460 personel keamanan yang ditempatkan di berbagai stasiun keberangkatan Jakarta. Terdiri atas tim gabungan dari Tentara Nasional Indonesia dan Polisi RI. "Dikonsentrasikan di Stasiun Senen, Gambir, Kota, dan Tanah Abang," katanya.
Personel pengamanan inilah yang bertugas menyisir penumpang tak bertiket di setiap kereta. Setiap kali menyisir, kata Mateta, bisa menjaring 200 penumpang gelap. Di lokasi, penumpang gelap langsung diturunkan. "Tapi tak bisa kami beri sanksi atau denda. Terlalu lama, takut mengganggu operasional," ujarnya.
Penumpang gelap, kata Mateta, paling marak dijaring di Stasiun Kota. Sebab stasiun itu merupakan stasiun pemberhentian akhir kereta dalam kota. Banyak penumpang kereta dalam kota tak langsung keluar dari stasiun, tapi malah masuk ke kereta antarkota. "Mereka enak saja langsung pindah ke kereta luar kota," katanya.
Mateta mengatakan setiap hari ada sekitar 62 rangkaian kereta yang diberangkatkan dari Jakarta menuju luar kota. Dalam setiap rangkaian itu dapat dipastikan ada penumpang gelap. "Terutama yang kelas ekonomi. Kalau eksekutif jarang," ujarnya.
ANANDA BADUDU





