Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) beserta keluarga mendapat ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri dari sejumlah orang penyandang cacat saat "Open House" dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/8). (ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Open House di Istana Berjalan Tertib
TEMPO.CO, Jakarta -Pelaksanaan open house di Istana Negara untuk lebaran tahun ini berjalan tertib. Penjagaan yang ketat serta penggunaan kartu tanda masuk membuat acara silaturahmi tahunan istana dengan masyarakat ini lebih tertib.
Rahman, 60 tahun, warga asal Depok, Jawa Barat misalnya, mengakui acara salaman yang digelar kali ini lebih tertib dan rapi. Tidak terlihat adanya penumpukan saat selaman dengan presiden. "Lebih bagus, rapi dan tertib,"ujarnya, Rabu, 31 Agustus 2011.
Adanya tenda tunggu buat warga, membuat acara salaman dengan Presiden berjalan tertib tidak berdesakan. "Warga kan pengennya berebutan, sekarang saya lihat tidak ada,"ungkapnya.
Namun membludaknya tamu yang datang, membuat warga lainnya yang belum kesampaian salaman dengan Presiden was-was, penyebabnya waktu yang tesedia terbatas hingga pukul 18.00 sore. "masa cukup satu jam lagi,?" ujar Roni, 40 tahun, warga Senen, Jakarta Pusat sambil melihat jam tangan yang dikenakannya.
Ia berharap, petugas pelaksaan open house Istana bisa memberikan kesempatan bertatap muka (salaman) lebih panjang dengan masyarakat. Sebab waktu dua jam dianggap tidak cukup. Bahkan beredar kabar, Presiden dan Ibu negara hanya memberikan kesempatan hingga pukul 17.00 sore nanti, selebihnya akan ditunjuk pengganti. "Ya buat evaluasi mereka (panitia) ke depannya,"ujarnya."ngapain saya salaman bukan dengan pak SBY,".
Berdasarkan pantau di luar Istana, panitia sengaja memberlakukan aturan ketat bagi semua warga yang datang. Dimulai pembatasan waktu antre dan bersalaman dengan Presiden. Untuk ini Istana akan membagi waktu open house antara pejabat dan masyarakat umum.
Pagi hari, silaturahmi dikhususkan bagi pejabat negara, menteri, mantan pejabat, dan perwakilan negara asing di Indonesia. Setelah itu, dilanjutkan sore harinya dengan masyarakat.
Kemudian, masyarakat yang akan masuk ditampung disekitar Monumen Nasional, mereka diberangkatkan menggunakan tiga buah bis 3/4 milik polisi, kemudian dilakukan pemeriksaan menggunakan mesin x-tray terhadap semua barang yang dibawa warga.
Aturan ini tidak terlihat tahun lalu, dimana warga langsung berdesakan dipintu masuk istana, saat petugas membukanya. Untuk tahun ini warga yang telah masuk halaman istana wajib mengantongi kartu urut.
Untuk urusan ini panitia telah menyiapkan sedikitnya ada 10 warna kartu. Kartu tersebut disusun panitia berdasarkan nomor urut masuk, mulai biru muda, Pink, kuning, Putih, Krem, Orange, Biru, Merah, Hijau, dan Coklat dan telah dilengkapi nomor urut.
Sementara bagi warga yang belum salaman, diminta menunggu ditenda sepanjang 100 meter yang telah disediakan panitia. "dimohon masyarakat antri dan masuk sesuai warna kartu,"ujar petugas istana melalui pengeras suara.
Pemberlakuan aturan ini guna menghindari desak-desakan seperti tahun lalu yang telah memakan korban. Seperti diketahui, acara Open House Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara tahun 2010 memakan satu korban. Jhony Malela, 45 tahun, seorang tunanetra, tewas akibat berdesak-desakan di pintu gerbang Sekretariat Negara.
Bukan hanya itu, silaturahmi kali ini, diprediksi lebih cepat, sebab Presiden dan Ibu Ani SBY berencana membatasi acara salaman hingga pukul 17.00 WIB. Jika masih terjadi antrian, istana akan menunjuk pengganti.
JAYADI SUPRIADIN





