foto

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan) bertemu dengan Ketua Umum Nasional Demokrat Surya Paloh, dalam acara open house di kediaman Jusuf Kalla, Jakarta, Minggu (12/9). (ANTARA/Saptono)

Surya Paloh Masih Mikir-Mikir Tinggalkan Golkar

TEMPO.CO, Jakarta - Surya Paloh, pendiri Nasional Demokrat, mengaku sudah menerima surat peringatan dari Partai Golkar terkait status keanggotaan dirinya di partai. Paloh kini berada di antara dua pilihan, tinggal di Golkar atau NasDem.

"Saya masih menimbang-nimbang, keputusan ini harus saya ambil dalam waktu dekat," kata dia usai menghadiri open house di rumah mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Kamis, 1 September 2011.

Sebelumnya, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie mengancam akan mendepak kader Golkar yang bergabung dengan NasDem. Alasannya, kini NasDem sudah menjadi partai politik. Batas akhir pengambilan keputusan tetap di Golkar atau NasDem itu di-deadline pertengahan Agustus lalu.

Paloh, yang juga kader Partai Beringin itu, menyayangkan sikap Aburizal. Menurut dia, NasDem yang dia dirikan adalah organisasi kemasyarakatan yang memikirkan soal bangsa. Mestinya, kata dia, masalah keanggotaan tak dipermasalahkan lagi. "Itu PR (pekerjaan rumah) bagi Golkar," ujarnya.

Kapan keputusan akan diambil, pekan ini, pekan depan, atau bulan depan? Menjawab itu, Paloh menjawab singkat, "Yang jelas keputusan harus saya ambil dalam waktu dekat."

Jusuf Kalla, politikus Golkar yang juga eks ketua umum, mengatakan bahwa Paloh masih mengaku kader Golkar. Paloh, yang mantan seteru Aburizal dalam pemilihan ketua umum lalu, menyatakan kepada Kalla jika ia belum ada niatan meninggalkan partai itu. Namun Kalla menegaskan, "Kader Golkar tidak boleh double partai. Kita lihat saja perkembangan masalah ini."

MUHAMMAD TAUFIK