indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Arus Mudik Menewaskan 490 Orang

Arus Mudik Menewaskan 490 Orang

ANTARA/Noveradika

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 490 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama arus mudik tahun ini. Data tersebut belum termasuk jumlah meninggal selama arus balik yang diprediksi baru dimulai hari ini.

Data terakhir dari Korps Lantas Polri yang merekapitulasi kecelakaan lalu lintas mulai H-7 hingga 31 Agustus 2011 mencatat jumlah kasus kecelakaan mencapai 2.998 kasus, meninggal dunia mencapai 490 orang, luka berat 811 orang, dan luka ringan 2.029 orang dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp 10 miliar.

Secara umum, jumlah kecelakaan lalu lintas arus mudik tahun ini mengalami kenaikan hingga 33 persen dibanding tahun lalu. Untuk meninggal dunia mengalami penurunan hingga 9 persen dibanding tahun lalu, sedangkan untuk luka berat dan luka ringan mengalami kenaikan dari tahun lalu, masing-masing sebesar 23 persen dan 58 persen.

Sementara itu, jumlah kendaraan rusak akibat kecelakaan lalu lintas selama arus mudik hingga kemarin, yakni sepeda motor 2.614 unit, mobil penumpang 474 unit, bus 162 unit, mobil barang 377 unit, mobil angkutan khusus 12 unit, dan kendaraan tak bermotor 87 unit.

Secara kuantitatif, kecelakaan tahun ini mengalami kenaikan bila dibanding dengan tahun lalu. Untuk tahun ini, dari setiap enam kecelakaan, satu orang meninggal dunia. Sementara tahun lalu, dari empat kecelakaan, satu orang meninggal dunia.

Kecelakaan paling sering terjadi di wilayah jalur selatan Jawa, yang naik hingga 100 persen dari tahun sebelumnya. Kondisi jalan yang sempit, berkelok, bergelombang, turun-naik, serta jumlah kendaraan yang cukup tinggi menyebabkan di jalur ini kerap terjadi kecelakaan.

JAYADI SUPRIADIN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan