Musim salju di Inggris
Topik
Permintaan Ekspor Jatuh, Aktivitas Industri Inggris Turun
TEMPO.CO, London - Kegiatan industri manufaktur Inggris menyusut sepanjang Agustus lalu akibat turunnya permintaan ekspor. Penyusutan ini merupakan penurunan paling tajam selama lebih dari dua tahun terakhir.
Data yang dirilis Markit Economics and the Chartered Institute of Purchasing and Supply kemarin menyebutkan Indeks Pembelian Manajer jatuh dari 49,4 menjadi 49 pada bulan lalu. Itu adalah level terlemah sejak Juni 2009.
"Pada paruh kedua 2011 telah terlihat bahwa sektor manufaktur Inggris, yang sudah mengalami pemulihan telah berbalik mundur," kata ekonom senior, Rob Markit Dobson.
Laporan ini mendukung ekspektasi Bank of England untuk menurunkan suku bunga acuan pada pekan depan. Bahkan, memicu spekulasi bahwa bank sentral akan menyuntikkan stimulus lebih banyak kepada perekonomian.
Saat ini pemotongan belanja publik telah mengurangi permintaan domestik. Padahal, pada waktu bersamaan, ekonomi global sedang goyah. Ekonomi Inggris hanya tumbuh 0,2 persen dari April sampai Juni.
Sebagian besar analis memperhitungkan pertumbuhan akan tetap rendah selama beberapa bulan mendatang. Meskipun hanya menyumbang 13 persen dari total perekonomian, sektor manufaktur adalah kekuatan utama yang mendorong Inggris keluar dari resesi 2008.
Namun, survei Markit menunjukkan memburuknya kondisi ekonomi global telah mengurangi permintaan pada barang-barang asal Inggris. Indeks pesanan ekspor jatuh lebih dari 7 poin ke 46,6. Kontraksi pertama dalam setahun dan penurunan tercepat sejak Mei 2009.
Laporan ini juga menunjukkan permintaan domestik ikut lesu dengan pesanan baru yang jatuh pada bulan keempat setiap tahun fiskal. Markit khawatir penurunan mendadak dan substansial pesanan ekspor akan memukul industri Inggris.
"Ketika kepercayaan konsumen dan bisnis merosot di dalam atau luar negeri, sulit untuk melihat perbaikan jangka pendek dalam pertumbuhan permintaan."
Markit mengatakan ada berita buruk untuk para pencari kerja. Perusahaan akan mengurangi anggota staf untuk pertama kalinya sejak satu setengah tahun terakhir.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Inggris menurunkan proyeksi pertumbuhan Inggris sebagai akibat perlambatan pemulihan ekonomi Amerika Serikat. Krisis utang Eropa membebani perekonomian dan pemerintah Inggris dalam menerapkan penekanan fiskal terbesar sejak Perang Dunia II.
Kadin Inggris melihat produk domestik bruto naik 1,1 persen tahun ini dan 2,1 persen pada 2012. Prediksi tersebut turun dari proyeksi bulan Juni yang masing-masing sebesar 1,3 persen dan 2,2 persen.
Di belahan dunia lain, industri manufaktur Amerika Serikat sepanjang Agustus lalu diprediksi menyusut untuk pertama kalinya dalam dua tahun.
Indeks Institute for Supply Management pabrik jatuh hingga 48,5. Padahal, pada Juli, indeks mencapai 50,9. "Dengan perlambatan ekonomi mitra dagang utama pada paruh kedua 2011, risiko manufaktur cukup tajam," kata David Tinsley, ekonom BNP Paribas SA.
Khusus konsumen Inggris diperkirakan akan berhadapan dengan serangan inflasi tinggi, pengetatan fiskal, dan perlambatan pertumbuhan laba.
l REUTERS | BLOOMBERG | EKA UTAMI | EFRI





