Ahmet Davutoglu. AP/Amr Nabil
Topik
Turki Usir Duta Besar Israel
TEMPO.CO, Ankara - Turki mengusir Duta Besar Israel dan para diplomat senior Israel di Turki, Jumat, 2 September 2011. Turki juga menunda semua kesepakatan militer dengan Israel menyusul laporan PBB yang menyatakan Israel menggunakan alasan yang tidak masuk akal terkait serangan terhadap kapal yang membawa bantuan kemanusiaan di Gaza sehingga menewaskan sembilan warga Turki.
Turki memutuskan mengusir Duta Besar Israel untuk Turki karena Israel menolak meminta maaf secara resmi dan membayar kompensasi kepada keluarga korban kapal Gaza yang diserbu Israel. Selain itu, Israel juga menolak mengakhiri blokade terhadap warga Palestina yang tinggal di Gaza. Karena itu, Turki memutuskan untuk menurunkan derajat hubungan diplomatik mereka dengan negara Yahudi tersebut.
"Hubungan diplomatik Turki-Israel diturunkan menjadi level sekretaris tahap kedua. Seluruh personel di atas level sekretaris akan dikirim pulang paling lambat Rabu," ujar Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu dalam jumpa pers di Ankara.
Reaksi Turki terhadap laporan PBB tersebut meregangkan hubungan Turki dengan Israel.
Duta Besar Turki untuk Israel Gabby Levy saat ini berada di Israel dan menunda rencana untuk kembali ke Turki, Kamis.
Usai serangan terhadap bantuan kemanusiaan tahun lalu, Turki menarik duta besarnya untuk Israel, menunda latihan bersama militer, dan melarang pesawat militer Israel melintasi kawasan Turki.
"Seluruh perjanjian militer ditangguhkan," tambah Davutoglu.
Davutoglu juga mengatakan Turki tidak mengakui keabsahan blokade terhadap Gaza yang dilakukan Israel. "Turki akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk kebebasan navigasi di Mediterania timur," kata Davutoglu.
REUTERS| KODRAT





