Sejumlah warga antre air bersih di Tangki air Palyja di Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta, (2/9). ANTARA/M Agung Rajasa
Topik
Krisis Air di Jakarta Diprediksi hingga Senin
TEMPO.CO, Jakarta - Pasokan air bersih di Jakarta ada kemungkinan belum akan normal kembali pada Senin nanti. Kemungkinan buruk itu terkait dengan molornya pekerjaan mengganti pintu air yang jebol di Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur.
"Kami sendiri juga kecewa karena dari Jasa Tirta dan Kementerian Pekerjaan Umum menjanjikan selesai hari ini. Kalau begini, kami tidak bisa menjanjikan besok atau Senin air sudah lancar," kata Meyritha Maryanie, Kepala Komunikasi Perusahaan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), kemarin.
Hingga kemarin sore, baru sekitar separuh dari total 60 tiang pancang baja yang ditanam sebagai ganti pintu air yang runtuh pada Rabu malam lalu itu. Pengerjaan turap itu molor karena kendala ketersediaan alat berat setelah putusnya kawat baja sebuah mobil crane.
Turap ini menutup dinding sungai yang jebol sekaligus mengatur pelimpahan saat air Kalimalang meluap. Bila dinding jebol ini dapat ditutup, pemasokan air baku untuk Instalasi Pengolah Air Pejompongan yang dioperasikan PT Palyja akan kembali normal seperti sediakala.
Meyritha menambahkan, pihaknya sudah berusaha mendatangkan air dari Tangerang. Saban hari, ada tambahan air bersih dari Tangerang sebanyak 600 liter per detik dan air dari dua pipa interkoneksi PT Aetra sebanyak 450 liter per detik. Namun jumlah itu tak cukup untuk memasok air ke semua pelanggan Palyja yang mencapai 400 ribu orang.
"Dari semula 250-260 ribu orang, mungkin masih 200 ribu pelanggan Palyja yang belum terjangkau. Itu juga masih perhitungan kasar," kata Meyritha.
Palyja yang melayani pasokan air bersih untuk wilayah Jakarta di bagian barat aliran Sungai Ciliwung pun tak bisa menjanjikan kawasan mana saja yang bisa teraliri air secepatnya. Sesuai dengan prinsip bakunya, Meyritha hanya mengatakan air mengalir ke tempat yang rendah. "Misal di Kemanggisan dan Manggarai, daerah yang lebih rendah sudah dapat air, tapi daerah yang lebih tinggi belum tentu dapat air," katanya.
Sebelumnya, Kepala Balai Besar Citarum-Ciliwung, Hasanudin, sudah memprediksi target pembuatan turap bakal meleset. Namun pihaknya akan berusaha mempercepat pekerjaan senilai Rp 3 miliar tersebut. "Kemungkinan besar pembangunan selesai paling cepat malam ini," ujarnya ketika ditemui di Kalimalang kemarin.
HERU TRIYONO | ARYANI KRISTANTI





