foto

TEMPO/Dasril Roszandi

Konsumsi BBM Lebaran Tembus 1 Juta Kiloliter

TEMPO.CO, Jakarta -Konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi sebelum dan sesudah Lebaran menembus angka 1 juta kiloliter. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Mochamad Harun mengatakan permintaan terbesar adalah bahan bakar jenis Premium, 720 ribu kiloliter, dan solar 215 ribu kiloliter. "Sisanya baru minyak tanah," katanya.

Pertamina memperkirakan permintaan tertinggi tiga hari sebelum Lebaran: 88 kiloliter. Namun permintaan justru mencapai puncak pada 3 September lalu, yaitu 92 ribu kiloliter. Masyarakat, menurut Harun, memilih menggunakan kendaraan pribadi selama Lebaran. Akibatnya, konsumsi BBM bersubsidi melonjak selama sepuluh hari terakhir.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi bakal melebihi kuota yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2011. Menurut anggota Komite BPH Migas, Adi Subagyo, hingga akhir tahun ini, konsumsi BBM bersubsidi diduga membengkak menjadi 41,8 juta kiloliter. Dalam APBN Perubahan, kuota BBM bersubsidi adalah 40,49 juta kiloliter, naik dari sebelumnya, 38,5 juta kiloliter.

Hingga akhir bulan lalu, menurut Adi, konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi sudah mencapai 67,32 persen dari kuota yang ditetapkan. "Bila tidak ada tindakan apa pun, realisasi hingga akhir 2011 bisa mencapai angka tersebut," katanya kemarin.

Menurut hitungan BPH Migas, konsumsi Premium akan naik menjadi 25,48 juta kiloliter dari jatah sebelumnya 24,54 juta kiloliter tahun ini. Sementara itu, untuk solar, kenaikannya hanya sedikit, dari 14,15 juta kiloliter menjadi 14,59 juta kiloliter, dan sisanya kerosin atau minyak tanah 1,76 juta kiloliter.

Data Pertamina menyebutkan konsumsi Premium hingga kemarin mencapai 16,8 juta kiloliter. Adapun permintaan solar menembus 9,5 juta kiloliter dan kerosin 1,2 juta kiloliter.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah sudah mengantisipasi lonjakan permintaan Premium dan solar selama masa Lebaran. Antara lain dengan menaikkan kuota BBM bersubsidi dari 38,5 juta kiloliter menjadi 40,4 juta kiloliter dalam APBN Perubahan 2011.

Setelah masa Lebaran, menurut Hatta, potensi penyimpangan penggunaan BBM harus diawasi. Ia sudah membicarakan masalah ini dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh.

Adapun Pertamina mengusulkan pemerintah memperbaiki angkutan umum selama masa Lebaran. Membengkaknya konsumsi BBM bersubsidi, antara lain, terjadi karena masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi dibanding angkutan umum. "Bila diperbaiki, bisa menekan permintaan BBM bersubsidi," kata Harun kemarin.

l GUSTIDHA BUDIARTIE | ALWAN RIDHA RAMDANI | DEWI RINA