TEMPO/Subekti
Infografis
Polisi Pukul Pendemo Kasus Munir
TEMPO.CO, Jakarta - Empat aktivis pembela HAM dipukul aparat kepolisian saat menggelar demonstrasi memperingati tujuh tahun kematian Munir di depan Istana Negara. “Ada yang dipukul,” ujar Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar, Rabu 7 September 2011.
Haris menjelaskan insiden terjadi sekitar pukul 13.30 WIB saat ratusan orang bergerak mendekati Istana Negara. Langkah mereka mendadak dihadang puluhan aparat kepolisian yang memaksa mundur. Bentrokan pun tidak terhindarkan lantaran kedua belah pihak berkeras dengan keinginan masing-masing.
Saat baku dorong tersebut, sejumlah polisi bereaksi keras dengan melayangkan tangan ke arah para demonstran. Mantan Koordinator KontraS Usman Hamid dan orang tua korban tragedi Trisakti, Sumiarsih, menjadi korban. Begitu juga dengan dua aktivis HAM lainnya, Garda dan Tunggal.
“Korban terluka di bagian tangan dan siku,” ujar Haris. Menurut Haris, tindakan aparat tersebut melanggar standar operasi pengamanan. Karena itu ia menuntut agar polisi menindak tegas para petugas yang melukai rekan-rekannya. “Kami masih bertahan di sekitar Istana,” kata dia.
Kasus pembunuhan Munir terus dipertanyakan sejumlah aktivis. Kasus pembunuhan mantan Koordinator KontraS yang tewas diracun dalam penerbangan ke Belanda, 7 September 2004 lalu itu, dinilai belum menyentuh aktor yang tepat. Yang terjadi justru praktek impunitas terhadap seorang tersangkanya.
RIKY FERDIANTO





