foto

Ketua umum Nasional Demokrat, Surya Paloh. TEMPO/KINK KUSUMA REIN

Surya Paloh: Saya Tidak Memerlukan Golkar Lagi

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Surya Paloh hari ini menyatakan keluar dari keanggotaannya di Partai Beringin tersebut. Surya menyatakan akan fokus membangun organisasi kemasyarakatan yang baru didirikannya, Nasional Demokrat (Nasdem).

"Saya tidak lagi melihat sebuah optimisme perjalanan panjang ke depan yang perlu saya pertahankan di Partai Golkar yang sudah 43 tahun. Hari ini, dengan kesadaran yang baik, pikiran baik dan keinginan ini untuk memberikan manfaat bagi Partai Golkar jangan sampai confuse, dispute, sayalah yang mengambil inisiatif keluar dari Partai Golkar," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Ormas Nasdem di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu 7 September 2011.

Menurut Surya, keputusan untuk hengkang dari partai yang telah menaunginya selama 43 tahun itu sudah melalui pemikiran panjang. Surya mengaku sampai harus melakukan kontemplasi khusus untuk meyakinkan dirinya keluar dari partai terbesar di masa Orde Baru itu.

Ia pun memaparkan hasil perenungannya soal terkait Partai Beringin. Pertama, Pemilu 1999 yang menjadi awal mula suara Golkar merosot tajam. Dalam pemilu tersebut, kata Surya, Golkar hanya beroleh 24 persen suara. Lalu pada Pemilu 2004, suara Golkar kembali turun menjadi 20 persen. Terakhir adalah pada 2009 lalu, Golkar kembali tidak mampu mempertahankan dukungan suaranya, dengan hanya mendapatkan 14 persen suara,

"Ini tren penurunan yang luar biasa dari waktu ke waktu. Wajar, ini perenungan dari kader-kader Golkar sejati. Ada apa, apa yang salah, apa yang kurang di tubuh Golkar?" kata Surya.

Menurut pria dengan berewok tebal ini, satu hal yang dipahaminya adalah, Golkar tidak mampu menyesuaikan keinginan baru yang timbul di tengah masyarakat, khususnya para pemilih pemula. "Mereka cenderung tidak memberikan suaranya kepada Partai Golkar," ujarnya.

Surya pun merasa sudah antiklimaks di Golkar. "Saya tengok di kaca, saya belum tua-tua amat. Saya yakin Golkar tidak memerlukan saya lagi, dengan kelemahan dan kekurangan saya. Dan saya pun tidak memerlukan Golkar lagi," ujar Surya, yang kemudian disambut tepukan meriah pendukungnya.

MUNAWWAROH