foto

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan) bertemu dengan Ketua Umum Nasional Demokrat Surya Paloh, dalam acara open house di kediaman Jusuf Kalla, Jakarta, Minggu (12/9). (ANTARA/Saptono)

Kader Golkar Sayangkan Surya Paloh Pecah Kongsi  

TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo mengaku sedih dengan keputusan Surya Paloh hengkang dari Partai Beringin dan lebih memilih fokus di organisasi Nasional Demokrat. "Sebagai sesama kader tentu sedih. Dia salah satu pilar penting Partai Golkar," kata Bambang di Gedung DPR hari ini, Rabu 7 September 2011.

Menurut Bambang, kekuatan Golkar akan semakin baik jika para tokohnya bergabung. Golkar pada era reformasi ini memiliki empat pilar penting, yakni Aburizal Bakrie, Akbar Tanjung, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh. "Terasa pincang sih tidak, tapi akan terasa kurang saja. Seharusnya hal ini bisa dibicarakan di tingkat internal," ujar anggota Komisi Hukum DPR ini.

Bambang menyayangkan keputusan Surya dan menilai seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi. Apalagi, kata dia, Aburizal selaku Ketua Umum Partai Golkar sebenarnya sangat memahami posisi Surya Paloh yang harus memimpin ormas Nasdem. "Seandainya beliau bersedia berbicara," ujarnya.

Surya Paloh akhirnya membuat keputusan politik drastis hari ini. Setelah 43 tahun bernaung di Partai Golkar, mantan Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar itu terhitung sejak hari ini memutuskan mundur dari partai tersebut. Surya Paloh bukanlah sosok baru di lingkaran pimpinan Partai Golkar. Dia dikenal sebagai kader yang aktif mengelola partai sejak berusia 19 tahun, saat partai tersebut masih dipimpin Amir Murtono.

MAHARDIKA SATRIA HADI