foto

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Analis : Kenaikan Indeks Diluar Dugaan

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat pasar modal Edwin Sinaga menyatakan melejitnya kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebanyak 111,4 point ke level 4.000 sungguh di luar dugaan. Kenaikan tinggi tersebut diharapkan sebagai tanda membaiknya keadaaan ekonomi.

Sebelumnya indeks memang bak roller coaster. Namun belakangan indeks perlahan-lahan terus menunjukkan kenaikan. Faktor penggerak indeks saat ini lebih banyak berasal dari luar."Karena untuk keadaan ekonomi dalam negeri kita saat ini sudah cukup baik, justru ketidakstabilan itu datang dari luar," ujarnya, ketika dihubungi Rabu (07/09).

Ia berharap kenaikan ini akan terus berlangsung, sehingga bisa menyentuh level selanjutnya dan menambah kepercayaan diri para investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Dia juga meminta tidak ada pernyataan-pernyataan para pejabat yang dapat membuat indeks turun kembali dari Amerika maupun Eropa."Karena mereka lucu, kadang hari ini bilang optimistis besoknya pesimistis. Jadi indeks pun terpengaruh," kata dia.

Indeks saham Rabu ditutup dengan melesat 111,462 poin atau 2,86 persen ke level 4.001,433. Frekuensi transaksi tercatat 252.384 kali dengan volume 8,5 miliar dan nilainya mencapai Rp 6,55 triliun. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Petrosea (PTRO) naik Rp 3.500 ke Rp 38.500, Astra Internasional (ASII) naik Rp 2.750 ke Rp 71.250, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.400 ke Rp 46.650, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.100 ke Rp 58.700.

Membaiknya kondisi bursa di Jakarta itu sejalan dengan bursa-bursa di Asia yang sampai sore ini juga menunjukkan peningkatan. Indeks Hang Seng melonjak 337,50 poin atau 1,71 persen ke level 20.048,00. Indeks The Straits Times juga naik 50,31 poin atau 1,81 persen ke level 2.824,64.

GUSTIDHA BUDIARTIE