ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang
Topik
Takut Paceklik, Bulog Naikkan Cadangan Beras
TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog akan menaikkan stok cadangan beras pemerintah dari 500 ribu ton menjadi 1 juta ton di akhir tahun. Dengan begitu, pada akhir tahun Bulog akan memiliki cadangan 2 juta ton, dengan 1 juta ton milik Bulog. Tahun ini Bulog berkewajiban menjaga cadangan beras 1,5 juta ton.
Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, cadangan beras pemerintah dinaikkan untuk mengantisipasi kekurangan yang disebabkan bencana alam, masa paceklik, dan juga untuk perkuat penyaluran raskin (beras miskin).
"Tahun ini kami mulai mengusahakan bisa menaikkan cadangan beras pemerintah. Karena cadangan tahun ini saja sudah keluar 80 ribu ton hampir 100 ribu ton," kata Sutarto saat ditemui usai rapat koordinasi pangan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu, 7 September 2011.
Sutarto mengklaim, untuk merealisasikan penambahan cadangan beras pemerintah Bulog sudah mendapatkan dana Rp 1 triliun yang sudah disepakati oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Bulog menjamin stok beras di gudang Bulog cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan.
Namun ia enggan menyebutkan volume beras tersebut. Hanya saja, Sutaro menyebutkan Bulog sudah melakukan pengadaan beras dalam negeri hingga 1,5 juta ton. Dalam sehari Bulog bisa menyerap hingga 5 ribu ton beras dari petani.
Meski jumlah pengadaan itu jauh dari target pemerintah 3,5 juta ton tahun ini, namun Sutarto beralasan pengadaan Bulog tergantung produksi di lapangan. "Asal tahu saja, kami sudah membeli beras dalam negeri 20 persen di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP)," ujarnya.
Pengadaan dalam negeri terbanyak berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Sedangkan untuk penyaluran beras Operasi Pasar hingga hari ini tercatat sudah 187 ribu ton. Dan dari jumlah itu sebanyak 98 ribu ton adalah beras kualitas premium dan sisanya kualitas medium.
"Selama ini kan seolah-olah beras dalam operasi pasar berkualitas medium dan jelek. Padahal tidak," ujar Sutarto. Penyaluran beras oeprasi pasar dilakukan di Sumatera Utara, Jakarta, Surabaya, dan berbagai wilayah lainnya.
ROSALINA





