Serangan bom di Mumbai, India. AP
Topik
Islam Militan Bertanggungjawab Atas Bom di New Delhi
TEMPO.CO, New Delhi - Kelompok Bangladesh yang berafiliasi kepada kelompok Islam Militan diduga sebagai pelaku ledakan bom tas kantor di Pengadilan Tinggi di New Delhi, India, yang menyebabkan sedikitnya 10 orang tewas dan melukai 50 lainnya, Rabu, 7 September 2011.
Bom tersebut ditanam dengan kedalaman sekitar 1 meter di ruang utama resepsionis yang biasa dilalui oleh para hakim dan tetamu sebelum mereka masuk ke pos penjagaan utama.
Otoritas Inda mengatakan, kelompok militan Harkat-ul-Jihad Islami (HUJI) merupakan organisasi terlarang berbasis di Bangladesh dan Pakistan, telah mengirimkan email isinya pernyataan bahwa mereka bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut.
Perdana Menteri India Manmohan Singh, belum lama ini, melakukan kunjungan resmi kenegaraan ke tetangga Bangladesh. Kunjungan ini adalah pertama kali dilakukan oleh Perdana Menteri sejak dekade terakhir.
"Email itu nampak sangat serius sebab HUJI adalah sebuah organisasi teroris utama yang menjadikan India salah satu target serangan," kata Kepala Agen Investigasi Nasional (NIA) S.C. Sinha kepada wartawan.
Dalam suratnya kepada INA, kelompok ini menyebutkan bahwa India harus menanggung beban tanggung jawab atas kematian seorang pria, pelaku serangan terhadap Parlemen India pada 2001 dengan cara menggatung.
"Kami tidak akan mundur sejengkal pun atas tekanan para teroris. Ini perang panjang bagi seluruh politisi dan rakyat India harus bersatu padu melawannya," ujar Singh.
REUTERS | AL JAZEERA | CA





