Sejumlah warga keluar rumah mereka ketika terjadi gempa di Kecamatan Medan Sunggal, Medan, Sumater Utara, Selasa(6/9) dini hari. ANTARA/Irsan Mulyadi
Infografis
Bantuan Mengalir ke Lokasi Gempa Sumatera
TEMPO.CO, Banda Aceh - Bantuan terhadap korban gempa Sumatera di Kabupaten Singkil dan Kota Subulussalam mulai mengalir. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Daerah membangun posko di lokasi bencana.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar kepada Tempo di Banda Aceh, Rabu, 7 September 2011. "Kami telah siagakan personel dari Badan Penanggulangan Bencana dan akan dibuat posko," katanya.
Menurut Nazar, bantuan disalurkan kepada masyarakat yang menjadi korban gempa, seperti yang mengalami kerusakan rumah sejak kemarin siang, beberapa saat setelah gempa berkekuatan 6,7 skala Richter terjadi.
Bantuan yang disalurkan antara lain, telur, mi instan, ikan kaleng, minyak goreng, selimut, baju kerah, daster, makanan siap saji, dan peralatan rumah tangga. "Komunikasi terus kami bangun dengan pemerintah daerah setempat," kata Nazar.
Menurutnya Pemerintah Aceh juga telah berkoordinasi dengan pusat terkait bantuan untuk fasilitas rumah yang rusak. "Karena banyak sekali. Bangunan yang rusak parah ratusan, yang rusak ringan hampir seribuan," katanya.
Dia berharap bantuan untuk membangun kembali fasilitas yang rusak tersebut dapat dibantu pusat dan juga dengan anggaran dari Pemerintah Aceh.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Singkil Henray Silalahi mengungkapkan kondisi di Singkil sudah normal kembali. "Kondisi sudah aman. Masyarakat juga tetap di rumah sendiri," ujarnya.
Beberapa masyarakat di Singkil berusaha memperbaiki bagian rumahnya yang rusak akibat gempa. Pihaknya juga terus berkoordinasi untuk mendata fasilitas yang rusak dan menyalurkan bantuan masa panik.
Gempa berkekuatan 6,7 skala Richter terjadi pada pukul 00.55 WIB, Selasa dini hari, 6 September 2011. Gempa tersebut berpusat di 59 kilometer arah timur laut Kota Singkil Baru, Kabupaten Aceh Singkil, berada di 2.81 lintang utara dan 97.85 bujur timur dengan kedalaman sekitar 78 kilometer. Gempa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan di Kota Subulussalam dan enam lainnya mengalami luka ringan.
ADI WARSIDI





