Suasana kota Shanghai, Cina. AP/Eugene Hoshiko
Topik
Fitch Ancam Turunkan Peringkat Utang Cina
TEMPO.CO, Taipei - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings membuka kemungkinan untuk kembali menurunkan peringkat utang Cina dalam 2 tahun mendatang. Pada April lalu, Fitch telah menurunkan peringkat Cina menjadi AA minus dengan outlook negatif karena kekhawatiran mengenai stabilitas keuangan negara itu.
"Kami melihat ada kerusakan kualitas aset bank. Jika ini memburuk, kami akan meninjau kembali peringkat utang mereka,” kata Andrew Colquhoun, Kepala Pemeringkat Fitch untuk kawasan Asia-Pasifik, Kamis, 8 September 2011.
Cina melaporkan utang pemerintah telah mencapai 10,7 triliun yuan di akhir 2010. Sekitar 347 miliar yuan di antaranya berupa obligasi investasi konstruksi perkotaan yang berjangka waktu 5 tahun.
"Peringkat Cina relatif berada pada level yang tinggi karena ada beberapa faktor yang membuat kami tetap nyaman," kata Colquhoun.
Faktor pertama adalah kekuatan dari sovereign balance sheet. Kedua adalah situasi perbankan. Fitch berharap masalah pada perbankan Cina hanya terbatas pada sisi aset neraca keuangan.
“Masalah kualitas aset lebih mudah ditangani oleh otoritas ketimbang masalah pendanaan," ujarnya.
Colquhoun juga mengatakan Fitch kemungkinan akan kembali menurunkan peringkat Jepang akibat beban utang negara itu yang meningkat dua kali lipat dari ukuran ekonomi yang mencapai US$ 5 triliun.
"Untuk menopang peringkat utang pada level saat ini, kami perlu melihat rencana konsolidasi fiskal yang kredibel,” tuturnya.
Dua lembaga pemeringkat lain, yakni Standard & Poor''s and Moody''s Investors Service, telah memangkas peringkat Jepang tahun ini karena kekhawatiran mengenai tingginya utang negara tersebut.
REUTERS | EFRI RITONGA





