foto

Evita Legowo. TEMPO/Arnold Simanjuntak

TPPI Belum Minta Izin Ekspor Elpiji

TEMPO.CO, Jakarta - PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) belum meminta izin untuk mengekspor elpiji. “Kami belum mengeluarkan izin karena mereka belum mengirimkan permintaan,” kata Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Evita Legowo, Kamis, 8 September 2011.

Pemerintah pada dasarnya juga tidak setuju dengan usulan PT TPPI untuk melakukan ekspor, bahkan menginginkan perusahaan itu justru memaksimalkan penggunaan LPG di dalam negeri. Meski begitu, pemerintah masih mempertimbangkan kemungkinan ekspor yang rencananya dilakukan akhir bulan ini.

Permohonan ekspor elpiji oleh TPPI adalah salah satu mekanisme pembayaran utang kepada PT Pertamina (Persero). Sebelumnya PT Pertamina tidak bisa menyetujui harga jual elpiji PT TPPI yang dinilai terlalu mahal, yaitu sebesar CP Aramco ditambah US$ 140. “Berkaitan dengan harga itu kami menyarankan keduanya bernegosiasi lagi,” kata Evita.

Berdasarkan kajian dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, harga elpiji yang sesuai adalah sama dengan harga CP Aramco. Pemerintah berharap Pertamina dan TPPI dapat menyelesaikan masalah perbedaan harga ini dengan lebih baik.

FRANSISCO ROSARIANS