Pesawat Pakistan International Airlines (PIA) yang diancam bom mendarat di Bandara Ataturk, Istanbul. REUTERS
Topik
Diancam Bom, Pesawat Pakistan Mendarat di Turki dan Malaysia
TEMPO.CO, Istanbul - Sebuah pesawat penumpang milik Pakistan International Airlines (PIA) dengan rute penerbangan Pakistan-Inggris terpaksa mendarat darurat di Istanbul, Turki, Rabu, 7 September 2011, karena mendapatkan ancaman bom dari seseorang. Pesawat kedua mendarat di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan ancaman serupa.
Burung besi itu mendarat di bandar udara internasional Istanbul setelah PIA menerima e-mail dari seorang anonim yang menyebutkan bahwa dia telah meletakkan sebuah bom di dalam kabin pesawat Boeing 777 yang terbang dari Lahore menuju Manchester di Inggris utara.
Menurut juru bicara maskapai PIA, seluruh penumpang dalam keadaan selamat sejak pesawat terbang hingga mendarat di Turki. Sementara itu, ketika pasukan keamanan memeriksa kondisi di dalam pesawat, tak ditemukan bom seperti disebutkan dalam ancaman. "Pesawat dinyatakan clear sehingga bisa melanjutkan perjalanan ke Manchester," ujar juru bicara.
Sedangkan pesawat kedua milik PIA yang mendarat di Kuala Lumpur disebabkan adanya ancaman melalui surat elektronik. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ancaman tersebut hanya isapan jempol. "Angkutan udara ini akhirnya diperbolehkan melanjutkan penerbangan," jelasnya.
Dalam siaran televisi milik kantor berita swasta Turki, Dogan, ada beberapa gambar yang menunjukkan bahwa maskapai PIA berada di Bandara Ataturk dan diizinkan oleh petugas menurunkan penumpang dan penumpang diangkut oleh beberapa bus menuju gedung terminal. Sejumlah mobil pemadam kebakaran dan ambulans juga tampak disiapkan mendekat ke badan pesawat.
Dari pihak kepolisian Turki, belum dapat diperoleh keterangan tentang masalah ancaman bom atau perihal pendaratan darurat pesawat. Informasi dari kantor berita resmi negara, Anatolian, menyebutkan pesawat jenis Boeing 777-300 ER mengangkut 378 penumpang. Pesawat itu terbang di atas langit Sofia, Bulgaria, sebelah barat Turki. Selanjutnya, pesawat ini dialihkan ke Turki setelah menerima ancaman bom.
Kejadian ini hampir mirip dengan peristiwa pada September 2010 lalu. Saat itu, pesawat milik maskapai penerbangan PIA yang melakukan perjalanan dari Toronto menuju Karachi terpaksa dialihkan ke Swedia karena mendapatkan ancaman bom. Tetapi setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan bom di dalam pesawat.
REUTERS | CA





