Omar Al-Bashir. AP/Abd Raouf
Topik
Bentrok Senjata di Sudan, 13 Polisi Tewas
TEMPO.CO, Khartoum - Sedikitnya 13 polisi Sudan tewas dan 33 lainnya cidera setelah terjadi bentrok melibatkan polisi dengan sejumlah pria bersenjata di Darfour. Demikian keterangan pejabat setempat, Jumat, 9 September 2001.
"Sebanyak 13 polisi tewas dan 33 lainnya cidera di Jebel Marra, Darfour Selatan, Kamis malam," ujar juru bicara kepolisian.
Gubernur Darfour Selatan, Abdel Hamid Kasha, mengatakan kepada Reuters bahwa polisi saat itu sedang mencoba membebaskan 3 tentara yang disandera oleh sekelompok orang bersenjata, tetapi mereka mendapatkan perlawanan sengit sehingga akhirnya jatuh korban.
Kasha menolak kabar yang dilansir oleh harian Sudan al-Ahdath yang menyebutkan salah satu sandera berasal dari Italia. Pria 34 tahun itu, jelas koran tersebut, bekerja di perusahaan Franceso Azzara.
"Soal warga Italia yang disebutkan, itu soal lain," ujar Kasha.
Menurut catatan PBB, sejak perang antara pemberontak non-Arab melawan pemerintah di Darfur pada 2003 di kawasan Sudan barat, sudah 2 juta orang menjadi pengungsi. Selain menimbulkan banyak korban jiwa, bentrokan juga meninggalkan masalah kemanusiaan. Oleh karenanya, Presiden Omar Hassan al-Bashir diminta segera diseret ke Mahkamah Internasional atas kejahatan kemanusiaan.
REUTERS | CA





