foto

TEMPO/Amston Probel

Suarakan KLB, Kader PKB Terancam Sanksi

TEMPO.CO, Surabaya - Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa Imam Nahrawi memastikan partainya tidak akan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk membahas dugaan korupsi yang menyeret Ketua Umum Muhaimin Iskandar.

"Saya pastikan tidak akan ada KLB. Hanya satu orang yang menginginkannya, itupun tidak ada yang dukung," kata Nahrawi di Surabaya, Minggu sore, 11 September 2011.

Orang yang dimaksud Nahrowi adalah mantan Ketua DPW PKB Sulawesi Tengah Syamsuddin Pay. "Dia sudah diberhentikan dari Ketua DPW Sulawesi Tengah sejak dua bulan lalu. Jadi tidak ada gunanya menyuarakan KLB," ujar Nahrawi.

Menurut Nahrawi, DPP PKB beberapa waktu lalu telah mengumpulkan seluruh ketua DPW PKB se-Indonesia di Jakarta. Imam Nahrawi yang memimpin langsung pertemuan itu telah menegaskan kepada seluruh ketua DPW untuk tidak membuka wacana KLB. "Kalau ada yang bandel pasti akan kami beri sanksi," ucap Nahrawi mengancam.

DPP PKB, kata Nahrawi, memastikan isu dugaan korupsi yang melibatkan dua pejabat di Kementeraian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tidak ada kaitanya dengan PKB.
DPP PKB justru menuding kasus dugaan korupsi tersebut merupakan upaya pengalihan isu dan sarat dengan kepentingan tertentu.

FATKHURROHMAN TAUFIQ