foto

Perguruan silat PSH Winongo Tunas Muda melakukan konvoi di Madiun, Jawa Timur. TEMPO/ ISHOMUDDIN

Wakapolda Jawa Timur Pantau Konvoi Pendekar Silat di Madiun  

TEMPO.CO, Madiun - Dengan menggunakan helikopter, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Timur Brigadir Jenderal Polisi Eddi Sumantri memimpin pengamanan aksi konvoi yang dilakukan ribuan pendekar silat Persaudaraan Setia Hati (PSH) Winongo Tunas Muda yang mengelilingi Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu, 11 September 2011. 

Aksi konvoi dengan menggunakan sepeda motor dilakukan para pendekar usai menghadiri acara halal bihalal dan peringatan 1.000 hari kematian (haul) bekas pengasuh PSH Winongo Tunas Muda, Djimat Hendro Soewarno, yang digelar di padepokan pusat perguruan silat tersebut di Jalan Doho 123, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Beberapa kali helikopter yang ditumpangi Eddi tampak terbang rendah di atas jalanan Kota Madiun untuk memantau secara dekat aksi konvoi tersebut. “Ini bagian dari tugas kemanusiaan sebagaimana pengamanan Lebaran. Tidak perlu menetapkan status siaga, tapi cukup dengan pengamanan biasa,” kata Eddi.

Lebih dari 5.000 anggota melakukan konvoi di jalan-jalan protokol Kota Madiun. Aksi mereka mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas. Petugas kepolisian tampak sibuk mengatur arus lalu lintas yang berjalan padat merayap. Kemacetan hebat terjadi di pusat kota di Jalan Pahlawan, di depan Plaza Madiun.

Petugas terpaksa membagi dua jalur jalan untuk dilalui massa yang konvoi dan pengendara umum. Sejumlah massa yang bergerombol dan memarkir sepeda motornya di pinggir jalan juga ditertibkan. “Petugas dari Satuan Lalu Lintas dan satuan lainnya juga mengawal massa yang konvoi untuk mengantisipasi kemacetan dan bentrokan dengan massa lain,” ujar Kepala Kepolisian Resor Madiun Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan Jayamarta.

Aksi konvoi seperti telah menjadi tradisi para pendekar. Seperti tahun-tahun sebelumnya, usai mengikuti acara di pusat pedepokannya, selalu diikuti konvoi yang kerap menimbulkan bentrokan dengan warga ataupun dengan perguruan silat lainnya.

Di beberapa lokasi nyaris terjadi bentrokan antaranggota PSH Wingongo Tunas Muda dan PSH Terate. Kedua massa pendekar dari dua perguruan silat itu selama ini rentan konflik. Antara lain seperti yang terlihat di Desa Sangen, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

Polisi terpaksa mencegah massa PSH Terate yang juga akan melakukan konvoi di Jalan Raya Madiun-Ponorogo. Sebab di jalur jalan tersebut aksi konvoi massa PSH Winongo Tunas Muda masih berlangsung. Sejumlah jalan desa yang menuju Jalan Raya Madiun-Ponorogo dijaga petugas kepolisian termasuk anggota Brigade Mobil (Brimob). Bahkan sejumlah jalan desa ditutup dengan mobil Dalmas.

Di Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, dikabarkan terjadi aksi pelemparan di sebuah warung. Kaca bagian depan warung pecah. Tidak ada korban dalam peristiwa yang tidak diketahui siapa pelakunya tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengamanan acara halal bihalal perguruan silat PSH Winongo Tunas Muda dilakukan secara ketat. Sebanyak 3.800 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, dan sejumlah instansi dikerahkan. Bahkan pihak kepolisian melibatkan anggota dari 10 Polres dan Polda Jawa Timur.

Polda mengerahkan pasukan Brimob. “Kami mengerahkan personel sebanyak tiga satuan setingkat kompi (SSK) atau sekitar 350 orang yang diambil dari Detasemen A, B, dan C yang ada di Jawa Timur,” ucap Kepala Satuan Brimob Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Restu Mulya Budiyanto.

ISHOMUDDIN