foto

ANTARA/Musyawir

Kebakaran Hutan Taman Nasional Bromo Gara-gara Puntung Rokok

TEMPO.CO, Malang - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan di musim kemarau saat ini. Dari 52 ribu hektare luas wilayah Taman Nasional, sebanyak 159 hektare terbakar dalam 2 bulan terakhir.

Kebakaran mengakibatkan matinya sebagian vegetasi yang ada di kawasan Gunung Bromo dan Semeru, seperti semak belukar, alang-alang, dan cemara gunung. Berdasarkan data di Balai Besar Taman Nasional, dari 159 hektare kawasan yang terbakar, 142 hektare kebakaran terjadi di sekitar lautan pasir Gunung Bromo. Sisanya, 17 hektare tersebar di kawasan hutan Gunung Semeru.

Kebakaran terakhir terjadi pada 4 September 2011 di Blok Pusung Gentong seluas 15 hektare. Penyebab kebakaran karena sisa api unggun yang belum padam dan puntung rokok. "Kawasan yang terbakar berada di daerah yang mobilitas masyarakatnya tinggi," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional, Sutrisno, Senin, 12 September 2011.

Soetrisno mengatakan, lembaganya mentargetkan kebakaran hutan tidak boleh lebih dari 30 persen dari total luas wilayah atau sekitar maksimal 300 hektare. Untuk mencapai target tersebut, Balai Besar TNBTS meningkatkan patroli kawasan dan membentuk 4 posko pengendalian kebakaran.

Empat posko tersebut berada di Ngadas, Kabupaten Malang; Ranupani, Kabupaten Lumajang; Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, dan Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo. Selain itu, juga dibentuk Masyarakat Peduli Api dari warga di sekitar hutan. Saat ini sudah ada 10 kelompok, setiap kelompok berjumlah 20 orang. Mereka sudah dibekali dengan pelatihan dan cara pemadaman api.

BIBIN BINTARIADI