foto

Gita Wirjawan. TEMPO/Imam Sukamto

Investasi Jerman di Indonesia Tembus US$ 141,5 Juta

TEMPO.CO, BERLIN -Realisasi investasi Jerman di Indonesia pada semester pertama tahun ini mencapai US$ 141,5 juta. Nilai tersebut hampir menyamai total investasi Jerman di Indonesia sepanjang tahun lalu, yang meliputi 51 proyek dengan nilai US$ 157,6 juta.

Berkaca pada kinerja 2009, di saat nilai investasi Jerman terdiri atas 18 proyek bernilai total US$ 103,9 juta, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan yakin realisasi investasi tahun ini bakal terus meningkat.

Sepanjang sepuluh tahun terakhir, Jerman menduduki peringkat ke-13 negara yang berinvestasi terbesar di Indonesia dengan total 224 proyek dan nilai investasi mencapai US$ 856,2 juta. Adapun posisi pertama diduduki Singapura dengan 1.369 proyek bernilai US$ 19,7 miliar.

Khusus untuk paruh pertama tahun ini, investasi terbesar masih datang dari Singapura dengan 345 proyek bernilai total US$ 1,9 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 936,1 juta, Jepang US$ 734,9 juta, dan Belanda US$ 727,5 juta. Nilai investasi Jerman ini masih mengungguli Cina, yang berinvestasi di Indonesia dengan 84 proyek bernilai total US$ 79,2 juta.

Dengan total produk domestik bruto US$ 3,31 triliun tahun lalu, kata Gita, Jerman menjadi tulang punggung ekonomi Eropa sekaligus menjadi salah satu harapan yang dapat menanggulangi krisis ekonomi Eropa. Jerman juga salah satu negara industri terbesar dan termutakhir di dunia untuk sektor kimia, permesinan, dan alat transportasi.

"Hal tersebut tampak dari sektor sasaran investasi Jerman di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir," ujar Gita, seperti dikutip dari siaran pers, akhir pekan lalu.

Investasi terbesar ditanamkan pada industri mineral non-logam dengan total nilai investasi mencapai US$ 166,3 juta, disusul industri transportasi bernilai total US$ 157,78 juta, industri kimia dan farmasi yang bernilai total US$ 131,38 juta, serta industri logam, mesin, dan elektronik bernilai total US$ 118,16 juta.
"Kami berharap ke depan investor Jerman dapat terus menanamkan modalnya di Indonesia, khususnya pada investasi yang memiliki nilai tambah yang besar," kata Gita.

l AGUNG SEDAYU