Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat batubara di Pelindo II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, (20/6). ANTARA/Rosa Panggabean
Topik
Infografis
Tahun Depan, Pasokan Batu Bara Digenjot
TEMPO.CO, Jakarta - Jatah batu bara untuk pasokan dalam negeri dipastikan naik untuk tahun depan. Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri No 1991 K/30/MEM/2011 tentang penetapan kebutuhan dan persentase minimal penjualan batu bara untuk kepentingan dalam negeri.
Peraturan tersebut mengatur jatah untuk Domestic Market Obligation (DMO) sebanyak 24,72 persen dari total produksi batu bara nasional. Produksi batu bara di 2012 diperkirakan mencapai 322 juta ton, sehingga jika dihitung jatah pasokan domestik tahun depan sebanyak 82,07 juta ton atau naik 3,8 persen dari tahun 2011 yang sebanyak 78,97 juta ton.
Alokasi terbesar dari jatah domestik diperuntukkan bagi kebutuhan pembangkit listrik. Pemerintah menjatahkan volume batu bara sebanyak 69,52 juta ton untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Rinciannya, untuk PLN sebanyak 57,2 juta ton, Produsen listrik swasta sebanyak 10,7 juta ton. Sisanya, untuk PT Freeport Indonesia, PT Newmont Nusa Tenggara, dan PT Pusaka Jaya Palu Power.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia, Supriatna Sahala, menyatakan bahwa produksi batu bara nasional tahun depan sebenarnya bisa lebih tinggi dari 322 juta ton."Bisa sampai 370 atau 380 juta ton," katanya kemarin. Tahun ini saja, produksi batu bara diperkirakan dapat mencapai hingga 360 juta ton.
Angka produksi yang dihitung oleh pemerintah memang lebih kecil dibanding realisasi selama ini, karena pemerintah hanya menghitung berdasarkan hasil produksi perusahaan tambang yang terdaftar di pusat dan izin usaha pertambangan (IUP) yang besar. "Sementara kuasa pertambangan kecil dan koperasi yang tidak terdaftar di pusat tidak dihitung."
Dia menjelaskan, saat ini baru 80 persen perusahaan tambang yang terdaftar di pemerintah pusat. Jika dibandingkan dengan angka produksi yang dirilis Asosiasi, jatah batu bara domestik hanya sekitar 21,5 persen dari total produksi sebanyak 370 juta ton. Meskipun jatah total volume batu bara tahun depan naik,secara persentase justru menurun. Tahun lalu persentase untuk DMO sebesar 29,2 persen dari total produksi, sementara tahun ini hanya 24,72 persen.
GUSTIDHA BUDIARTIE





