Topik
Permukiman Warga Ahmadiyah Dijaga Ketat
TEMPO.CO, Pandeglang - Aparat kepolisian dari Polres Pandeglang, Provinsi Banten, melakukan penjagaan ketat di pemukiman warga jemaah Ahmadiyah di Kampung Kadu Kandel RT 02/01, Desa Cisereh, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang. Penjagaan tersebut dilakukan setelah adanya isu serangan dari luar daerah terhadap jemaah Ahmadiyah.
Kapolres Pandeglang Ajun Komisaris Besar Adi Soeseno mengatakan, penjagaan dilakukan sebagai langkah antisipasi terkait adanya isu penyerangan dari luar daerah. Menurutnya, saat ini kondisi pemukiman warga jemaah Ahmadiyah di Kampung Kadu Kandel RT 02/01, Desa Cisereh relatif aman dan kondusif.
Menurutnya, pengamanan terhadap pemukiman warga jemaah Ahmadiyah tersebut melibatkan 60 anggota Brimob Polda Banten, 60 anggota Dalmas Polda Banten, dan 60 anggota Dalmas Polres Pandeglang. “Kami akan terus bersiaga hingga wilayah Kampung Kadu Kandel, Desa Cisereh, benar-benar aman,” kata Adi Soeseno, Senin, 12 September 2011.
Sementara itu, beberapa warga Desa Cisereh, Kecamatan Cisata, mengaku resah dan ketakutan dengan penjagaan ketat yang dilakukan aparat kepolisian. Aktivitas warga yang tinggal di Kampung Kadu Kandel tampak lengang. “Banyaknya polisi yang bersenjata membuat kami agak waswas karena takut terjadi apa-apa,” kata Dede, 21 tahun, salah seorang warga.
Sementara itu, Ketua Ahmadiyah Desa Cisereh Kecamatan Cisata, Sulaeman, mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya isu penyerangan terhadap warga Ahmadiyah dari luar daerah. Bahkan, pihaknya merasa kaget dengan banyaknya polisi yang melakukan pengamanan di kampungnya. “Kami sudah 15 tahun hidup damai dan rukun bersama anggota jemaah yang lain,” katanya.
WASI’UL ULUM





