REUTERS/Stringer
Infografis
Dikaji, Fasilitas Kamar ''Suami-Istri'' bagi Tahanan
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar mengatakan pemerintah sedang mengkaji penyediaan ruangan khusus untuk kebutuhan biologis suami-istri di tahanan. Kementeriannya mengindikasikan dukungan pada keberadaan ruangan itu.
"Saya kira memang harus dipikirkan kebutuhan laki-laki perempuan (di tahanan), saya juga sudah memikirkan," kata Patrialis di Istana Negara, Selasa 13 September 2011.
Sebelumnya mencuat wacana perlu adanya ruangan khusus untuk kebutuhan biologis suami-istri di ruang tahanan. Wacana ini muncul karena dianggap kebutuhan itu sebagai hak setiap orang.
Patrialis mengingatkan pembangunan ruangan ini harus dilakukan dengan baik dan tidak menjadi masalah baru ke depannya. "Kalau memang harus disediakan, saya sudah minta kajian di Kementerian. Kelihatannya memberi dukungan ke arah itu," katanya.
Menurutnya pengaturan penggunaan ruangan akan diatur dan diawasi dengan ketat, semisal harus jelas statusnya suami-istri. "Jangan sampai enggak jelas prosedurnya. Nanti jadi pintu masuk masalah baru," katanya. Masalah baru itu dicontohkan berupa jual beli kamar.
Pengaturan lain adalah waktu penggunaan ruangan dan kebersihannya. "Kalau terlalu lama yang lain marah. Ini enggak mudah, belum lagi kebersihannya," ujarnya.
EKO ARI WIBOWO





