TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Infografis
Krisis Utang Eropa Tekan Kenaikan Indeks
TEMPO.CO, Jakarta -Rontoknya indeks bursa regional ikut menekan indeks harga saham gabungan. Pada perdagangan Senin 12 September 2011, indeks merosot 2,56 persen atau 102,383 poin ke level 3.896,119. Hanya 32 saham yang harganya naik, sedangkan 222 lainnya terkoreksi.
Pengamat saham PT Finan Corfindo Nusa, Helen, mengatakan kecemasan krisis utang kawasan Eropa kembali memicu tekanan jual di bursa saham Asia. Indeks Dow Jones juga anjlok lebih dari 300 poin pada akhir pekan lalu. "Masalah Yunani dan pengunduran diri Kepala Ekonom Bank Sentral Eropa membuat investor khawatir akan prospek perekonomian Eropa," katanya.
Namun ia menyatakan dampak krisis Eropa bagi indeks lokal tidak akan berlangsung lama. Selama beberapa bulan terakhir, indeks sempat terpuruk hingga 3.500, tapi dalam sepekan sudah kembali pada level 4.000. Pekan ini ia memprediksi pergerakan indeks berada di kisaran 3.800-4.000.
Helen menyarankan investor melakukan transaksi harian saat bursa global tidak menentu. "Bila terjadi koreksi yang cukup dalam, investor bisa tetap berfokus pada saham berfundamental bagus dan likuid di pasar," katanya.
Krisis Eropa juga menekan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pada perdagangan kemarin, rupiah melemah terhadap dolar Amerika 35 poin ke level 8.613.
Pengamat pasar uang dari Divisi Treasury Bank BNI, Apressyanti Senthauri, mengatakan utang Eropa membuat mata uang euro sempat terpuruk hingga di bawah US$ 1,36. Melemahnya euro membuat dolar Amerika mampu menunjukkan supremasinya terhadap mata uang dunia lainnya.
Para pelaku pasar kembali melepas aset-asetnya dalam mata uang yang dianggap beresiko seperti rupiah dan mata uang Asia lainnya. Investor pun kembali memburu dolar Amerika.
VIVA B. KUSNANDAR





