foto

TEMPO/Dasril Roszandi

Kementerian Informatika Bertemu RIM Pekan Ini  

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika akan meminta laporan kemajuan dari penyedia layanan BlackBerry, Research in Motion (RIM), paling lambat akhir pekan ini. “Pekan ini kami akan bertemu,” kata juru bicara Kementerian Informatika, Gatot S. Dewabroto, saat dihubungi Selasa, 13 September 2011.

Ia menyatakan, dalam pertemuan tersebut, pemerintah akan meminta keterangan kepada RIM terkait perkembangan penerapan 4 komitmen yang diambil pada Januari tahun ini. “Ini janji, jadi kami lihat sudah sampai mana,” katanya.

Empat komitmen yang akan dibahas antara lain penghapusan konten pornografi yang sudah dilakukan pada Januari, membuka perwakilan di Indonesia karena jumlah pelanggannya melebihi dua juta orang, membangun server dan repeater di Indonesia, serta membuka layanan purnajual.

Berkaitan dengan sanksi, menurut Gatot, pemerintah belum menentukan sanksi atau hukuman kepada RIM bila tidak menepati 4 komitmen tersebut hingga Desember 2011. “Belum ada sanksi. Siapa tahu mereka sudah melakukan perkembangan, tapi belum melaporkan,” ucapnya.

Kementerian sengaja memanggil pada bulan ini agar RIM masih memiliki waktu bila belum menyelesaikan komitmennya. “Kalau dipanggil pada Desember seolah tidak memberikan waktu karena tiba-tiba,” ucap Gatot.

Menanggapi jumlah layanan purnajual yang dijanjikan RIM berjumlah 40 unit, tetapi hingga kini baru satu di Sunter, Gatot menyatakan RIM masih punya waktu dan pemerintah berharap RIM sudah menyelesaikan sebagian komitmen tersebut.

FRANSISCO ROSARIANS