Bambang Pamungkas: Dicoret Lebih Terhormat daripada Mogok

Bambang Pamungkas: Dicoret Lebih Terhormat daripada Mogok

Bambang pamungkas mengangkat tangan setelah usai mengalahkan tim Thailand 2-1 pada pertandingan AFF Suzuki Cup 2010 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (07/11). TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Kapten tim nasional Indonesia Bambang Pamungkas menulis sebuah penjelasan lengkap tentang perpecahan tim garuda setelah dikalahkan Bahrain 0-2 di Stadion Senayan, 6 September 2011. Ini kali kedua timnas kalah setelah sebelumnya dibantai Iran 0-3 di Teheran. Dalam blognya, bambangpamungkas20.com, ia menulis inti permasalahan yang berkecamuk di dada sebagian pemain.

Bambang menilai komentar pelatih Wim Rijsbergen di medialah yang membuat sebagian pemain timnas berang. Ini membuat 7 pemain timnas mengancam mogok bertanding sekaligus mengajukan mosi tidak percaya.

Lalu, kalimat mana yang membuat pemain 'ngambek'? Bambang menjelaskan dalam perjalanan pulang dari stadion menuju hotel, ia tiba-tiba dihampiri salah satu pemain yang tergolong senior. "Bro, gimana nih? Masak pelatih komentar kayak gini ke media?” kata Bambang menirukan komentar pemain seperti ditulis dalam blognya, 12 September 2011.

Begini isi berita tentang komentar Wim yang membuat kuping para pemain merah. "Ini bukan tim saya, pemain-pemain tersebut bukan pilihan saya, mereka tidak layak bermain di level internasional.” Bambang semula tidak percaya lantaran dalam konfrensi pers ia tidak mendengarnya secara langsung.

Kepada Bambang, pemain itu merasa sakit hati dan berkata, "Gue enggak bisa kerja sama dengan pelatih ini, Bro." "Habis mandi lo temenin gue ketemu dia ya, tolong terjemahin kalo gue minta enggak dipanggil saat lawan Qatar,” katanya mengajak Bambang menemaninya mengundurkan diri.

Sontak Bambang menolak. “Bagi gue dicoret atau tidak dipanggil timnas jauh lebih terhormat daripada kita menolak pemanggilan atau sengaja tidak datang, Bro," katanya. Bahkan Bambang berusaha agar pemain timnas tersebut bijaksana dan tidak memutuskan langkah yang bisa merugikan tim nasional dengan cara mogok bermain saat melawan Qatar.

Sesampai di hotel, Bambang kaget. Selewat pukul 24.00 WIB, ia mendapat kabar ada 7 pemain yang berencana mengundurkan diri dari timnas. "Itu memang menjadi hak pemain, tetapi menurut hemat saya, mereka tidak seharusnya berlaku demikian," katanya, yang mengaku marah mendengar kabar tersebut.

Penjelasan lengkap Bambang bisa diakses di blog ini.

RUDY

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X