Fauzi Bowo. TEMPO/Subekti
Infografis
Gubernur DKI: Tanggul Raksasa Selesai Dua Tahun Lagi
TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo telah menyiapkan rencana proyek perencanaan (master plan) pembangunan tanggul laut raksasa Jakarta. Penyusunan proyek yang dikenal dengan Jakarta Coastal Defense Strategy (JCDS) ini diagendakan selesai dalam dua tahun mendatang. "Proyek ini secara terintegrasi akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Jakarta ke depan," ujarnya di Balai Kota Jakarta, Rabu, 14 September 2011.
Menurut dia, penyusunan proyek ini akan menjadi perhatian serius jajarannya untuk segera dijalankan dalam waktu dekat. Hal ini penting mengingat semakin dekatnya ancaman bahaya banjir terhadap Jakarta.
Fauzi mengatakan dalam proyek yang dipimpin Ketua Tim Teknikal Asistensi Rotterdam, Wim Stolte, ini untuk memproteksi dan mengamankan pantai utara Jakarta dari ancaman banjir.
Proyek tersebut juga ditujukan untuk kepentingan Jakarta di masa depan, yakni menjadikan tanggul laut raksasa ini sebagai sumber air baku utama bagi kebutuhan air bersih warga Jakarta.
Dalam prosesnya nanti, aliran air dari 13 sungai yang ada di Jakarta akan ditampung dan diolah sebelum mengalir ke laut. "Jangan langsung hilang, namun kita tampung sehingga menjadi sumber air utama bagi Kota Jakarta," ujar Fauzi.
Adapun kepentingan jangka pendeknya, tanggul ini akan diarahkan untuk mengatasi kemarau dan keterbatasan air baku bagi penduduk Jakarta.
Soal nilai anggarannya, Fauzi enggan menjawab. Sebab, rencana proyek tersebut masih disusun tim yang diagendakan baru selesai 9 bulan mendatang. "Yang jelas, kami berharap proyek ini dapat berjalan terus, tidak tertunda, karena proyek ini sangat menentukan masa depan Jakarta," ujarnya.
Pimpinan Tim Teknikal Asistensi Rotterdam-Belanda, Wim Stolte, mengatakan bahwa pembuatan masterplan tanggul laut raksasa diagendakan akan rampung dalam waktu dua tahun. "Yang penting harus ada implementasi dari masterplan ini," ujar Wim.
Jakarta memiliki masalah serius dari ancaman abrasi pantai, mengingat daerahnya yang termasuk delta. Sekitar 40 persen wilayah Jakarta berada di bawah permukaan air laut dan air sungai. Kondisi ini semakin parah sebab 13 sungai di Jakarta dalam keadaan rusak.
Penurunan muka tanah di Jakarta Utara saat ini memiliki kecepatan antara 5 sampai 10 sentimeter per tahun. Padahal pemanasan global membuat air laut meningkat sekitar 6 milimeter per tahun.
JAYADI SUPRIADIN





