foto

BUMI Resources

Bumi Resources Kembali Lepas Saham Bumi Minerals

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk menunda penyelenggaraan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dari jadwal semula pada 26 September 2011 menjadi 21 Oktober 2011.

Penundaan ini, kata Sekretaris Perusahaan Bumi, Dileep Srivastava, dilakukan karena ada penambahan agenda rapat untuk meminta persetujuan rencana penjualan saham perseroan di PT Bumi Resources Minerals Tbk.

Melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia kemarin, Dileep menuturkan, informasi mengenai rencana pelepasan saham Bumi Minerals akan diumumkan kepada pemegang saham pada 19 September 2011.

“Adapun agenda RUPSLB yang lain adalah persetujuan atas rencana pembelian kembali saham perseroan dan perubahan beberapa pasal dalam anggaran dasar perseroan,” ujarnya.

Bumi kini tinggal memiliki 12 persen saham di Bumi Minerals setelah Mei silam melepas 75 persen saham kepada Vallar Plc. Vallar, yang belakangan berubah nama menjadi Bumi Plc, adalah perusahaan patungan antara Grup Bakrie dan investor Inggris, Nathaniel Rothschild.

Untuk membeli saham perusahaan tambang emas, tembaga, dan seng itu, Vallar tidak membayar tunai, melainkan menggunakan surat berharga. Vallar menyerahkan convertible bond (obligasi yang bisa ditukarkan dengan saham) senilai US$ 2,07 miliar (sekitar Rp 18 triliun) kepada Bumi.

O
bligasi berjangka waktu lima tahun dan berbunga 2 persen per tahun itu tak langsung dicairkan, tapi akan dicatatkan terlebih dulu di Bursa Efek London. Investor publik bisa membeli atau menjual kembali convertible bond Vallar Plc ini.

Menurut Dileep, transaksi itu akan membuat Bumi Resources bisa lebih berfokus mengembangkan bisnis batu bara. Sebaliknya, Bumi Minerals leluasa mengembangkan pertambangan metal (tembaga dan seng) dan logam mulia (emas).

Juru bicara Bumi Minerals, Herwin Hidayat, pernah mengungkapkan, struktur perusahaan menjadi lebih sederhana dengan akuisisi tersebut. “Kami juga jadi lebih mudah mencari pendanaan di pasar modal Inggris atau Eropa,” ujarnya.

Analis dari Valbury Asia Securities, Nico Omer, menganalisis, jika nantinya ada investor yang berminat, dipastikan investor tersebut bergerak di bidang yang sesuai dengan bidang Bumi Minerals.

PRIHANDOKO | EFRI RITONGA