Ada masalah dalam penyerapan Bulog.
Topik
Pemerintah Klaim Cadangan Beras Aman 5 Bulan ke Depan
TEMPO.CO, Jakarta - Cadangan beras nasional dinilai aman untuk kurun waktu lima bulan ke depan. Badan Urusan Logistik telah menandatangani kontrak impor beras sebanyak 800 ribu ton, yakni dari Vietnam sebanyak 500 ribu ton dan Thailand 300 ribu ton. "Yang sudah dikapalkan dan sudah masuk 300 ribu ton dari Vietnam," kata Kepala Badan Urusan Logistik Sutarto Alimoesa di Istana Merdeka, Rabu, 14 September 2011.
Langkah impor beras ini tidak lain untuk menutupi pengadaan beras dalam negeri yang relatif kecil, terlebih musim kering saat ini. Sutarto menuturkan pengadaan beras dalam negeri setiap hari mencapai 4.500 ton. Angka ini jauh lebih baik dari tahun 2010, tetapi masih rendah dibandingkan tahun 2008 dan 2009. "Arahan pemerintah, kita tidak boleh kurang dari 1,5 juta ton beras," katanya.
Bulog juga akan mewaspadai daerah-daerah yang rawan kekurangan beras. "Situasinya sudah kekeringan. Jadi, kita tetap memikirkan daerah yang rawan kekurangan," katanya.
Daerah-daerah yang menjadi perhatian khusus Bulog yakni di kawasan Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk memastikan cadangan stok beras nasional aman itulah maka dilakukan impor beras. "Itu kenapa pentingnya impor beras," katanya.
EKO ARI WIBOWO





