Sejumlah warga menggunakan perahu menuju rumahnya yang terendam banjir di Gorontalo, Kamis (20/11). Banjir tersebut telah berlangsung selama sepuluh hari. Foto: ANTARA/ Basrul Haq
Banjir Landa Gorontalo, Dua Warga Tewas
TEMPO.CO, Gorontalo - Untuk kesekian kalinya, Provinsi Gorontalo dilanda banjir bandang. Kali ini air bah menggenangi sembilan desa di Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Dua warga Desa Monano, Kecamatan Bone Raya, ditemukan meninggal akibat tertimbun longsor dan terbawa arus air.
“Kami belum bisa mengidentifikasi korban meninggal tersebut. Yang jelas dua warga ini laki-laki,” kata Muhamad Tahir, Kepala Seksi Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Gorontalo kepada Tempo, Rabu, 14 September 2011.
Sampai saat ini, kata dia, akses untuk ke lokasi banjir di Kecamatan Bone Raya yang juga berbatasan dengan wilayah Sulawesi Utara ini masih terputus. “ Akibat banjir ini, ada dua jembatan yang putus, yakni di Desa Tumbuh Mekar dan Desa Masiaga,” ungkapnya.
Dari laporan data sementara, korban banjir di Desa Moopiya sebanyak 87 kepala keluarga, Mootayu 12 kepala keluarga, Tumbuh Mekar 27 kepala keluarga, Sogitia 6 kepala keluarga, Taludaa 186 kepala keluarga, Masiaga 28 kepala keluarga, Ilohuuwa 87 kepala keluarga, Muara Bone 28 kepala keluarga, dan Desa Mooduliyo 67 kepala keluarga.
Banjir bandang kali ini terjadi pada hari Rabu pagi, 14 September. Banjir diduga akibat aktivitas penebangan liar di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone serta hujan yang terus mengguyur Gorontalo selama beberapa pekan ini.
Hamim Pou, pelaksana tugas Bupati Bone Bolango, mengungkapkan saat ini akses jalan ke lokasi banjir belum bisa dilalui dan sementara diantisipasi oleh tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di wilayah itu.
Sebelumnya, banjir bandang juga terjadi di daerah yang sama pada 15 Juni 2011 lalu. Saat itu banjir menghantam ratusan rumah warga di delapan desa dan mengakibatkan terputusnya jalan yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan di Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo.
CHRISTOPEL PAINO





