foto

Papan penunjuk arah terpasang untuk membantu pemudik di Terminal Purabaya, Surabaya (28/08). UPT Terminal Purabaya menyediakan 1638 armada bus antar kota untuk melayani warga yang melakukan tradisi mudik. TEMPO/Fully Syafi

5.120 Armada Bus Ekonomi Tak Layak Jalan  

TEMPO.CO, Semarang - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Jawa Tengah mencatat sebanyak 5.120 bus dari 6.400 armada kelas ekonomi antarkota dalam provinsi tak layak jalan. "Sekitar 80 persen bus itu sebenarnya tak layak karena izin trayeknya sudah lebih dari 10 tahun," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Jawa Tengah, Urip Sihabuddin, Kamis, 15 September 2011.

Faktanya, kata Urip, perusahaan pemilik armada tersebut masih mengoperasikan dan belum mengajukan peremajaan bus. Sesuai Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas Angkutan Jalan, ada pembatasan usia bus paling lama 10 tahun. Armada bus yang sudah 10 tahun lebih beroperasi harus diganti karena bisa membahayakan keselamatan penumpang.

Dinas Perhubungan Jawa Tengah, melalui surat edaran,  telah meminta kepada 1.600 perusahaan otobus untuk melakukan peremajaan armada. Surat diedarkan kepada kepala dinas perhubungan seluruh Jawa Tengah untuk diteruskan kepada para pengusaha bus.

Urip menyadari peremajaan armada bus tak bisa seketika. Proses bertahap peremajaan bus ditargetkan kelar pada 2014. "Pada tahun itu tak ada lagi bus ekonomi yang usianya di atas 10 tahun berkeliaran di jalan,” kata Urip.

Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat Jawa Tengah Karsidi Budi Anggoro mengakui banyak bus yang tak layak beroperasi. Jika Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas Angkutan Jalan yang mengatur batasan armada bus antarkota dan provinsi diterapkan, jangan harus tuntas sekaligus. "Peremajaan hanya bisa dilakukan secara bertahap."



 



ROFIUDDIN