foto

TEMPO/Aditia Noviansyah

Ada 21 Transaksi Mencurigakan Anggota Banggar

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR, Pramono Anung menyatakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menyerahkan laporan mengenai adanya 21 transaksi keuangan anggota badan anggaran. Karenanya, ia berharap laporan ini bisa memberikan data valid soal adanya permainan anggaran di Banggar.

"Mudah-mudahan temuan ini menunjukkan PPATK sungguh-sungguh memberikan data valid untuk mengungkapkan masalah di Banggar dan partner banggar," ujarnya saat berbincang dengan wartawan di gedung DPR, Jumat, 16 September 2011.

Kata Pramono, 21 transaksi keuangan mencurigakan ini mengarah pada satu orang anggota Badan Anggaran DPR. Namun ia enggan menyebutkan siapa nama anggota Banggar tersebut. "Mohon maaf tidak dapat saya sebut nama," ujarnya. Namun, ia menegaskan, Pimpinan DPR telah membahas masalah ini dalam rapat pimpinan.

Menurut Pramono, data PPATK tersebut masih merupakan dugaan sementara dan bukan Laporan Hasil Analisa. PPATK sendiri berjanji akan memberikan laporan lebih lengkap kepada DPR. "Nanti mereka akan memberikan laporan lengkapnya," ujarnya.

Senada dengan Pramono, Wakil Ketua DPR lainnya, Priyo Budi Santoso, mengatakan, laporan tersebut diterima Pimpinan sesaat sebelum rapat pimpinan Kamis kemarin dilakukan. "Kita juga geleng-geleng mendengarnya," ujarnya. Ia pun enggan memperinci soal transaksi keuangan mencurigakan ini. "Tidak etis kalau saya sebutkan nama," ujarnya.

Namun, lanjut Priyo, pimpinan DPR sepakat untuk mendorong penelusuran lebih lanjut soal aliran dana mencurigakan ini. "Mengenai PPATK itu kami menerima dalam bentuk surat dan sepakat tidak mengungkap siapa orangnya dan transaksinya," katanya.

FEBRIYAN